Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 26 Sep 2019 15:08 WIB

Strategi Pengembang Bertahan di Tengah Perlambatan Pasar Properti

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Ilustrasi Proyek Properti (Istimewa)
Jakarta - Industri properti tengah menghadapi tantangan berat saat ini. Wakil Bendahara Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Samuel Stephanus Huang mengatakan, saat ini pasokan rumah di segmen menengah atas (medium-up) lebih besar dibandingkan permintaan.

Di sisi lain, konsumen memilih wait and see dulu atau bagi yang masih berminat investasi cenderung lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih properti yang akan dibeli.

"Sebenarnya bukan tidak terserap atau daya beli yang menurun, tetapi kecenderungan konsumen di segmen medium-up itu sekarang wait and see. Jadi bukan karena masyarakat tidak ada uang, namun mereka lebih selektif," tutur dia dalam paparannya, Kamis (26/9/2019).


Untuk itu, sambung dia, para pengembang harus kreatif menggaet minat pasar agar tetap bisa bertahan.

"Sebagai developer kita mesti kembangkan konsep yang kreatif, inovatif dan kompetitif," ujar dia.

Samuel berharap pasca Pilpres Indonesia akan memasuki babak baru dimana politik dan ekonomi lebih stabil, sehingga di akhir tahun ini atau awal tahun depan pasar properti akan kembali naik. Apalagi situasi perlambatan sudah berlangsung cukup lama sejak 2014.

Di tengah situasi pasar properti yang belum pulih sepenuhnya, para pengembang pun mulai adu strategi. Menurut Samuel, setidaknya ada tiga faktor utama yang bisa membuat pengembang bisa bertahan.

"Konsep pengembangan yang tepat dan jelas, lokasi yang strategis dan harga terjangkau," ujar Presiden Direktur PT Triniti Dinamik tersebut.

Dia memberi contoh seperti proyek hunian yang dikembangkan pihaknya, salah satunya Springwood Residence yang dari awal memang dikonsep sebagai residensial di segmen mid-end.


Meski dijual dengan harga terjangkau yakni mulai Rp 300 jutaan per unit di awal pemasaran, namun dibangun dengan nuansa mewah yang konsisten.

Demikian juga The Smith yang berlokasi di CBD Alam Sutera, disebutkan mengusung tiga faktor utama yang mendorong sukses pengembangannya yaitu konsep jelas, lokasi strategis serta harga yang terjangkau dan kompetitif.

"Saat ini penjualan keseluruhan sudah mencapai 75%, dan serahterima awal ditargetkan pada Mei 2020," tandas dia.

Simak Video "Tipe Pebisnis di Masa Pandemi Corona Versi Ganjar Pranowo"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com