Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 13 Okt 2019 07:33 WIB

Apa Saja Untungnya Beli Apartemen di Transpark Juanda?

Akfa Nasrulhak - detikFinance
Foto: Akfa Nasrulhak Foto: Akfa Nasrulhak
Jakarta - Tower keempat apartemen Transpark Juanda Bekasi bernama Emerald kini tengah dipasarkan dan telah terjual sekitar 50 persen. Rencananya, apartemen ini akan mulai beroperasi pada tahun 2021.

Apartemen yang terletak satu kawasan dengan Trans Snow World ini disebut memiliki lokasi yang strategis. Menurut Deputy General Manager Transpark Juanda Rudy Setiawan, ada beberapa konsep yang menjadi keunggulan sekaligus ketika memiliki hunian di Transpark Juanda, di antaranya konsep super blok yang menyediakan berbagai fasilitas penunjang. Sehingga membantu para penghuni menjadi one stop living, one stop facility.

"Kalau kita lihat ini super blok, itu kan kita tidak hanya bicara apartemen saja, tapi kita bicara ada kampus atau universitas, kemudian ada mall, hotel hingga office dan rukonya. Jadi itu yang kita bilang adanya 6 item yang kita bilang super blok," ujar Rudy saat ditemui detikcom dalam acara Privilege Dinner di Transpark Juanda, Sabtu (12/10/2019).


Selain konsep super blok, lanjut Rudy, Transpark Juanda juga memiliki konsep Transit Oriented Development (TOD). Konsep ini seiring dengan pembangunan infrastruktur dan transportasi publik yang tengah dikebut pemerintah untuk menciptakan transportasi ramah lingkungan dan mengurangi emisi akibat polusi kendaraan.

"Apalagi super blok ini ditunjang dengan konsep TOD. Pertama kita diapit langsung dengan Busway, di jalan utama Ir H Juanda, kemudian di depannya kurang lebih 100 meter ada stasiun Bekasi Timur. Sebelah kirinya ada terminal bus, dari luar kota dan antar provinsi. Belum lagi LRT, sebentar lagi jadi itu jaraknya sekitar 1 km bertepatan dengan jalan tol kan," bebernya.

"Karena dengan konsep TOD jadi hemat biaya. Orang tak perlu jauh-jauh lagi. Hunian yang dekat dengan transportasi publik ya itu yang mahal dan jarang," imbuhnya.

Menurut Rudy, saat ini masyarakat memang sudah seharusnya beralih menuju transportasi publik. Terlebih dengan kepadatan seperti Kota Bekasi yang setiap harinya terus dihantui dengan masalah kemacetan.

"Karena apa, mau tidak mau suka tidak suka masyarakat itu harus menggunakan transportasi publik. Kita sering lihat di berita kemacetan, polusi udara. Nah inilah yang dicanangkan pemerintah dengan infrastruktur yang terus dikebut, setelah itu transportasinya yang memadai," ujarnya.

Selain konsep superblok dan TOD, Rudy menilai ada satu hal lagi yang menjadi pertimbangan konsumen mengapa harus memilih hunian di Transpark Juanda. Selain untuk hunian pribadi, apartemen ini juga bisa disewakan dengan pangsa pasar yang menurutnya cukup besar.


"Kalau kita memberikan sebuah unit apartemen yang paling dilihat selain konsep TOD, dan super blok, yang ketiga adalah pangsa pasarnya. Kalau kelas harga Rp 300-Rp 400 jutaan, berarti kan banyak faktor yang membuat orang ingin menyewakan itu. Kalau kita beli yang harga Rp 1 miliar, siapa yang ingin menyewanya. Hanya kalangan tertentu saja," jelasnya.

"Nah, kita ada Universitas London School Public Relations yang bagian dari komplek kita. Mahasiswa ini sekarang sudah sekitar 5 ribuan. Sedangkan unit kita total hampir 5.000 unit. Mahasiswa itu kan butuh tempat tinggal, nah pangsa pasar menyewanya juga sudah jelas," tambahnya.

Simak Video "Prostitusi di Apartemen Depok, Muncikari Jual PSK Via Medsos"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/akn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com