Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 11 Nov 2019 17:15 WIB

Pengembang Sebut Dana FLPP Belum Turun, 35.000 Rumah Tak Bisa Dihuni

Herdi Alif Alhikam - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma/detikFinance Foto: Hendra Kusuma/detikFinance
Jakarta - Pengusaha properti menyebut ada puluhan ribu calon pembeli rumah dengan skema pendanaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang belum bisa menghuni rumah yang dipilihnya. Hal ini terjadi karena dana FLPP tambahan yang dijanjikan pemerintah belum juga turun.

Di depan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat, Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata menyatakan bahwa sejak Juli dana FLPP telah habis. Dia memperkirakan ada 35 ribu calon pembeli rumah yang belum bisa menempati rumahnya.

"Saya sih data dari (bank) BTN aja ya, kalau nggak salah itu udah ada 35 ribu (rumah FLPP) siap akad dari Juli. Nah itu yang diperhatikan, kasihan mereka ini nunggu rumahnya bisa ditempati," ungkap pria yang akrab dipanggil Eman ini di Ruang Rapat Komisi V DPR, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Dana FLPP sendiri digunakan untuk mensubsidi uang muka rumah yang dibeli oleh masyarakat menengah ke bawah dengan gaji maksimal Rp 4 juta. Karena dananya sudah habis, maka rumah-rumah itu belum terbayarkan sehingga calon pembeli belum bisa menempatinya.

Bagi masyarakat yang mencicil rumah murah dengan fasilitas FLPP, akan diberikan fasilitas keringanan dengan uang muka rendah serta bunga cicilan rendah dan flat alias tetap.

Dikatakan Eman, pemerintah menjanjikan dana FLPP yang bakal dicairkan sebesar Rp 2 triliun.

"Waktu itu kita bersurat ke mana-mana tuh, sampai ke Presiden juga. Lalu kemudian ada keputusan anggaran Rp 2 triliun, tapi kok belum keluar," ungkapnya.

Akibatnya para pengembang menurut Eman 'megap-megap' alias kesulitan. Pasalnya, banyak rumah yang sudah dibangun namun belum juga bisa dibayarkan.

"Teman-teman ini sudah megap-megap, banyak rumah yang stok belum terealisasikan," kata Eman.

Dikatakannya, Estimasinya, dengan dana tambahan RP 2 triliun, 150 ribu rumah bisa didanai.

"Nah kalau Rp 2 tiriliun itu turun kan udah lumayan, bisa bikin 15 ribu orang bisa menempati rumahnya. Ya biarpun belum semua tapi bisa bikin kita nafas panjang lah, tinggal dua bulan lagi nih 2019," papar Eman.

Simak Video "Cari Rumah Murah? Yuk, Kunjungi Pameran Properti di JCC"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com