Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 21 Nov 2019 15:10 WIB

Pemerintah Tambah Dana FLPP Rp 2 T untuk 30 Ribu Rumah Murah

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Ilustrasi rumah subsidi/Foto: Kementerian PUPR Ilustrasi rumah subsidi/Foto: Kementerian PUPR
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pemerintah akan segera menambah dana subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak Rp 2 triliun untuk 30.000 rumah sampai akhir tahun. Dia bilang anggaran tersebut akan ditalangi terlebih dahulu oleh Bank BTN dan PT SMI masing-masing sebesar Rp 1,5 triliun dan Rp 500 miliar.

Adapun keputusan tersebut telah disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui Basuki langsung.

"Jadi mekanismenya saya kira beliau (Menkeu) kirim surat, dan beliau yang perintahkan BTN. Tapi kelihatannya, beliau kirim surat ke saya, saya yang perintahkan BTN untuk talangi itu," kata Basuki saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (21/11/2019).



Dia mengatakan surat dari Menkeu sudah diterima dan secepatnya akan meminita BTN untuk mencairkan dana tersebut.

"Kalau hari ini surat datang ya, besok saya perintahin itu (pencairan dana)," ucapnya.

Untuk diketahui, saat ini ada puluhan ribu calon pembeli rumah dengan skema pendanaan FLPP yang belum bisa menghuni rumah yang dipilihnya. Pasalnya dana FLPP 2019 sebesar Rp 7,1 triliun yang disiapkan pada 2019 keburu habis sebelum tahun berakhir.

Dana FLPP sendiri digunakan untuk mensubsidi uang muka rumah yang dibeli oleh masyarakat menengah ke bawah dengan gaji maksimal Rp 4 juta. Karena dananya sudah habis, maka rumah-rumah itu belum terbayarkan sehingga calon pembeli belum bisa menempatinya.



Simak Video "Berapa Harga Baru Rumah Bersubsidi Bebas PPN?"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com