Diserbu Ritel Luar, Matahari Mulai Ditinggalkan Orang RI

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 08 Jan 2020 15:01 WIB
Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - Berdasarkan catatan Colliers International di Indonesia, pada kuartal Iv-2019, keseluruhan tingkat okupansi atau keterisian ritel di Jakarta mengalami penurunan hingga 3,9% atau hanya terisi sekitar 78,6% (Year on Year/YoY). Kemerosotan okupansi ritel terjadi akibat belum mampu mengikuti perkembangan zaman.

"Kalau konsepnya gitu-gitu aja, siap-siap ditinggalin, siap-siap saja kosong," ujar Senior Associate Director Colliers Ferry Salanto di Gedung World Trade Center I, Jakarta Selatan, Rabu (8/1/2020).

Selain itu, memang terjadi pergeseran minat konsumen menjadi lebih mencari makanan, baju saja, atau barang tertentu saja di mal ketimbang berbelanja di ritel.

Dari pergeseran minat konsumen, untuk ritel pakaian saja, Ferry bilang ritel lokal seperti Matahari yang dulu sangat digandrungi kini mulai ditinggalkan. Konsumen lebih banyak tertarik ke ritel merk luar seperti Uniqlo dan H&M.

"Untuk tenant, makanan dan minuman masih menjadi tenant yang mendominasi dan paling aktif, sekarang banyak kan makanan yang sedikit-sedikit jadi tren seperti kafe, camilan-camilan. Terus anak mudanya lebih suka belanja ke toko-toko baju kayak H&M, Uniqlo, gitu-gitu lah, kalau Matahari itu sudah mulai ditinggalkan," sambungnya.



Selanjutnya, dari sisi tarif sewa, harganya cenderung mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

Sepanjang 2019, harga sewa untuk ritel kelas atas dibanderol dengan harga Rp 529.267 per meter persegi per bulan naik 0,4% dari harga 2018 yang sebesar Rp 502.222 per meter persegi per bulan.

Hingga 2023, Colliers memprediksikan akan adanya pertumbuhan harga sewa sekitar 5,5% atau menjadi sekitar Rp 621.871 dari tahun 2019.

"Pertumbuhan tarif sewa lebih dikarenakan akan masuknya pasok baru dengan kualifikasi atas. Kemudian, secara tren pemilik ritel juga akan fokus menjual produk pada satu segmen tertentu. Sedangkan, penjualan produk untuk kelas yang lebih beragam dapat dilakukan oleh retailer besar," tutupnya.



Simak Video "Melihat Fenomena Halo Matahari di Langit Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)