Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 13 Jan 2020 14:32 WIB

Jokowi Tawarkan Pangeran Abu Dhabi Jadi Pengarah Tim Pindah Ibu Kota

Hendra Kusuma - detikFinance
Pertemuan Jokowi dan Putra Mahkota UEA Mohammed bin Zayed di Abu Dhabi (Foto: Andhika Prasetia/detikcom) Pertemuan Jokowi dan Putra Mahkota UEA Mohammed bin Zayed di Abu Dhabi (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini sedang melakukan kunjungan kerja ke Uni Emirat Arab (UEA) sebagai tindak lanjut kerja sama investasi yang sudah disepakati kedua negara. Salah satunya, UEA minat berinvestasi di proyek pemindahan ibu kota negara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Dalam pertemuan tersebut, Jubir Presiden Fadjroel Rahman mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi juga menawarkan Putra Mahkota UEA Mohammed bin Zayed (MBZ) sebagai dewan pengarah pemindahan IKN.

"Pada pertemuan di Abu Dhabi ini, presiden RI menawarkan kepada Putra Mahkota untuk menjadi semacam dewan pengarah di dalam ibu kota baru yang akan segera dibangun pada 2020 sekarang ini," kata Fadjroel di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/1/2020).


Fadjroel mengatakan Presiden Jokowi juga diagendakan akan menjadi pembicara kunci pada acara seminar Abu Dhabi Sustainability Week. Di sana, orang nomor satu di Indonesia ini akan membahas mengenai isu keberlanjutan baik sektor energi, lingkungan, serta ekonomi.

Bahkan, Jokowi juga akan menyinggung mengenai proyek pemindahan IKN dari DKI Jakarta ke Kaltim. Dari topik itu nantinya Mantan Wali Kota Solo ini akan membahas mengenai keberlanjutan pembangunan.

"Presiden juga melandaskan salah satu juga yang disentuh dalam pidato beliau tentang ibu kota baru tersebut, bahwa ibu kota baru berlandaskan dalam misi keberlanjutan juga. Menjadi perhatian dan dapat dukungan dari negara-negara dunia," ujarnya.


Menurut Fadjroel, tawaran keterlibatan negara-negara lain dalam proyek pemindahan IKN ke kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utama juga sudah dilakukan kepada Korea Selatan dan Jepang.

"Jepang sebagai negara pendukung keberlanjutan secara serius bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam misi keberlanjutan tersebut. Dalam pertemuan di Busan, Korsel, bahkan pemerintah Indonesia sudah membuat perjanjian kerja sama untuk keterlibatan pemerintah Korsel dalam pembangunan IKN," ujarnya.

"Ditandatangani langsung oleh Bapak Basuki Menteri PUPR dengan Menteri Land and Transportation Korsel. Ketika Menlu Jepang beberapa hari lalu bertemu Presiden Jokowi juga menyatakan dukungan untuk membangun Ibu Kota Negara RI di Penajam," sambungnya.

Simak Video "Jokowi Mau Pindahkan Ibu Kota, Duitnya dari Mana?"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com