Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 13 Jan 2020 15:49 WIB

Alasan Jokowi Ajak Pengeran Abu Dhabi Jadi Pengarah Tim Pindah Ibu Kota

Hendra Kusuma - detikFinance
Pertemuan Jokowi dan Putra Mahkota UEA Mohammed bin Zayed di Abu Dhabi (Foto: dok. Biro Pers Setpres) Pertemuan Jokowi dan Putra Mahkota UEA Mohammed bin Zayed di Abu Dhabi (Foto: dok. Biro Pers Setpres)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menawarkan Putra Mahkota UEA Mohammed bin Zayed (MBZ) sebagai dewan pengarah pemindahan ibu kota negara (IKN). Hal itu disampaikan langsung oleh Jokowi saat kunjungan kerja ke Uni Emirat Arab (UEA). Apa alasannya?

"Presiden Jokowi sebagaimana yang sudah kami sampaikan mencoba melibatkan semua pihak secara internasional di dalam upaya untuk membangun ibu kota baru. Karena salah satu yang diinginkan oleh beliau bahwa ibu kota baru Indonesia ini merupakan persembahan Indonesia untuk dunia," kata Jubir Presiden, Fadjroel Rahman di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Fadjroel menjelaskan keterlibatan negara-negara lain dalam proyek pemindahan ibu kota agar beragam teknologi canggih ada di sana. Seperti Jepang dan Korea Selatan.


Jepang, kata Fadjroel menawarkan diri untuk mengisi teknologi di sektor transportasi salah satunya mobil listrik dan sistem transportasi publik. Sedangkan Korea Selatan menawarkan pembangunan smart city dengan sistem teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligance/AI).

"Jadi bukan saja dalam pekerjaannya baik investasinya maupun juga sejumlah kegiantan-kegiatan di dalamnya riset, teknologi, investasi terus kemudian konservasi lingkungan semuanya presiden ingin melibatkan negara-negara yang ada di dunia," jelas dia.

Begitu juga dengan minat UEA terlibat dalam proyek pemindahan ibu kota negara ke Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Di mana, UEA akan menawarkan teknologi unggulan yang bisa dimanfaatkan dalam pembangunan IKN.

"Jadi Pak Jokowi ingin menjadikan ibukota baru di Kaltim nanti menjadi simpul dari semua yang menjadi kelebihan-kelebihan atau keunggulan-keunggulan dari negara-negara di dunia. Baik dalam high tech-nya, ilmu pengetahuannya, kemudian investasinya, konservasi hutannya, dan lain-lain," kata dia.


Menurut Fadjroel, tawaran menjadi dewan pengarah pemindahan ibu kota juga direspon positif oleh MBZ. Sebab, pembangunan ibu kota negara baru mengusung skema keberlanjutan.

"Jadi pemerintah ingin menjadikan ibu kota baru persembahan Indonesia kepada dunia, Pak Jokowi berharap semua keunggulan-keunggulan dunia di hadirkan dalam ibu kota baru tersebut," ungkapnya.

Simak Video "Jokowi Mau Pindahkan Ibu Kota, Duitnya dari Mana?"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com