Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 16 Jan 2020 15:39 WIB

Genjot Sejuta Rumah, BUMN Cari Pendanaan ke Singapura hingga Hong Kong

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Istimewa/Kementerian PUPR
Jakarta - Saat ini masih ada selisih pasokan dan permintaan (backlog) hunian di Indonesia yang tinggi, yakni 11,4 juta unit. Untuk mendorong pemenuhan kebutuhan rumah tersebut, pemerintah terus mendorong program sejuta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Program ini tak hanya fokus pada penyediaannya tapi juga pada pembiayaan alias kredit kepemilikan rumah (KPR).

Dalam rangka menggenjot pendanaan untuk mendukung program sejuta rumah tersebut, PT Bank Tabungan Negara (Persero) melakukan penjajakan pasar atau roadshow di Singapura dan Hongkong dalam rangka penerbitan Junior (Tier 2 Capital) Global Bond.

Dalam roadshow tersebut BTN meraih kelebihan permintaan atau oversubscribed hampir 12,3 kali dari target perolehan dana hasil penerbitan global bond sebesar US$ 300 juta, permintaan yang masuk mencapai sekitar US$ 3,6 miliar.

"Investor global sangat tertarik untuk melakukan investasi di Indonesia. Ini terbukti pada saat kami menawarkan Global Bond yang baru pertama kali kita terbitkan memperoleh sambutan yang sangat baik bahkan mencapai 12,3 kali lipat dibandingkan dengan rencana size yang kami terbitkan," kata Direktur Utama Bank BTN, Pahala N Mansury di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Pahala menjelaskan, tingginya permintaan dari para investor global disebabkan kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai oleh mereka stabil.

Disamping itu ada beberapa faktor lain seperti kondisi makro ekonomi global yang membaik menyusul kesepakatan Amerika Serikat dan China mengenai perdagangan kedua negara.

"Faktor lain yang menarik adalah Bank BTN yang fokus pada sektor perumahan, KPR khususnya. Dengan jumlah backlog perumahan yang besar, tentu menjadi pasar yang menarik, di samping laporan keuangan BTN yang terus terjaga. Tujuan dari penerbitan Junior (Tier 2 Capital) Global Bond BTN ini adalah untuk memperkuat modal, mengantisipasi pertumbuhan di masa datang," ujar Pahala.

Sementara itu Direktur Keuangan Bank BTN, Nixon LP Napitupulu menjelaskan dari hasil pricing yang ditentukan 15 Januari lalu, Junior (Tier 2 Capital) Global Bond dengan tenor 5 tahun memberikan kupon fixed sebesar 4,2 persen.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan indikasi kupon yang diberikan yaitu 285-310 bps over US Treasury tenor 5 tahun yang digunakan sebagai acuan.

Final pricing 4,2 persen hanya 260 bps di atas instrumen acuan. Adapun peminat Junior (Tier 2 Capital) Global Bond BTN mayoritas berasal dari Asia dan di atas 85 persen adalah fund manager atau Asset Management sementara sisanya perusahaan asuransi dan perbankan

"Dengan tambahan dana segar dari Junior (Tier 2 Capital) Global Bond dan pinjaman subordinasi dari institusi lainnya , maka rasio kecukupan modal kami akan terus menguat, kurang lebih akan menjadi 17% per Januari 2020 lebih tinggi dari posisi September 2019 yang sebesar 16,88%," kata Nixon.

Simak Video "Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung Terkendala Pembebasan Lahan"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com