Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 22 Jan 2020 15:12 WIB

Makin Banyak Gedung Perkantoran Kosong di Jakarta

Soraya Novika - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Lembaga konsultan properti Savills Indonesia mencatat terjadinya kenaikan tingkat kekosongan gedung perkantoran di area Central Business District (CBD) sepanjang 2019 lalu.

Tingkat kekosongan (vacancy) pasar perkantoran di area CBD mencapai 24,4% atau naik tipis 0,4% dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Departemen Riset dan Konsultasi Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan kenaikan tingkat kekosongan tersebut lantaran adanya tambahan pasokan gedung dan berpindahnya sejumlah perusahaan ke gedung perkantoran area baru.


Adapun ruang perkantoran grade premium menjadi yang paling yang paling banyak turun sementara ruang kantor di grade A, B dan C naik.

"Pasokan sekarang berlimpah. Total ada 6,6 juta m2, namun penyerapan ruang kantor hanya mencapai 262,4 ribu m2. Itu membuat tingkat kekosongan naik ke 24,4% dari total pasokan yang masih kosong," ujarnya dalam jumpa pers di Panin Tower, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Namun demikian, meski tingkat kekosongan naik, jumlah permintaan untuk ruang perkantoran sepanjang 2019 mengalami kenaikan.

Tingkat penyerapan ruang kantor sepanjang 2019 mencapai 152.000 m2 yang didukung oleh banyaknya tenant-tenant yang pindah ke ruang perkantoran grade A.

Sementara itu, harga sewa untuk semua jenis tingkatan kantor di area Central Business District (CBD) Jakarta pada 2019 senantiasa stabil.

Hanya ruang kantor jenis grade premium yang mengalami penurunan harga sebesar 2,2% dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan, jenis ruangan kantor lainnya stabil.

Secara rata-rata, harga sewa kantor di area CBD Jakarta stabil di angka Rp 202.000 per m2.


Menurut Anton, tingkat kekosongan ruang kantor di daerah CBD akan terus bertambah hingga pertengahan tahun 2021 seiring dengan pasokan ruangan baru yang akan terus bertambah hingga menjadi 1,2 juta m2 sampai 2023.

"Permintaan pasokan yang paling banyak meningkat tahun depan itu di tingkatan grade A sampai 56%, lalu disusul ruang premium grade sebanyak 32% dan ruang grade B sebanyak 12%, kalau dari segi areanya paling banyak nanti tumbuh di daerah Sudirman dan Kuningan yang bisa mencapai 76% dari total permintaan," pungkasnya.

Makin Banyak Gedung Perkantoran Kosong di Jakarta


Simak Video "Menengok Ruang Kerja BJ Habibie di PT Dirgantara Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com