Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 10 Feb 2020 11:55 WIB

Wow! Pemilik Burj Al Arab Mau Bangun Hotel di Raja Ampat dan Wakatobi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Beragam pemandangan menarik ini dipotret dari udara. Penasaran apa saja? Yuk, lihat. Palm Jumeirah. Foto: Skydive Dubai/Getty Images
Jakarta -

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut banyak negara yang ingin menanamkan modalnya ke Indonesia.

Menurut Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, salah satunya ada perusahaan perhotelan yang bermarkas di Dubai yakni Jumeirah. Dia menjelaskan perusahaan ini akan berekspansi ke wilayah Indonesia Timur.

"Ada beberapa, seperti Jumeirah. Mereka itu salah satu perusahaan besar yang punya properti pariwisata di dunia. Termasuk yang punya Burj Al Arab di Dubai itu," kata Bahlil dalam blak-blakan detikcom, akhir pekan lalu di kantornya.

Dia mengungkapkan, saat ini memang Jumeirah sudah menanamkan modal di Bali yakni pembangunan hotel dan resort di kawasan Jimbaran Selatan yang nantinya akan diberi nama Jumeirah Bali.

"Mereka mau ekspansi ke Indonesia Timur seperti Raja Ampat dan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, mau bikin hotel bintang lima atau resort, jadi yang kelas atas lah," jelas dia.


Jumeirah Group merupakan perusahaan perhotelan mewah yang memiliki hotel Burj Al Arab Jumeirah.

Saat ini Jumeirah merupakan hotel terbaik di Dubai dan mengoperasikan lebih dari 24 properti berlabel Jumeirah di sejumlah negara. Jumeirah saat ini mempekerjakan lebih dari 13.500 orang.

Dalam mengembangkan bisnis, Jumeirah Group fokus pada pengembangan properti dengan membidik pasar baru yang peluangnya masih besar seperti Timur Tengah, Eropa dan Asia.



Simak Video "Blak-blakan Kepala BKPM: Hantu Berdasi Hambat Investasi"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com