Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 08 Mar 2020 20:00 WIB

Ahok Calon Terkuat Pimpin Ibu Kota Baru RI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020). Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan empat kandidat Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN). Kandidat itu salah satunya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.

Ahok bersaing dengan tiga nama lain yakni Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, dan Dirut PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Tumiyana.

Dari nama-nama tersebut, Ahok dinilai punya peluang kuat untuk terpilih.

"Dari 4 orang tentu kemudian kita bisa tebak, Ahok paling punya (peluang) sebesar itu," kata Analis Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah kepada detikcom, Minggu (8/2/2020).

Dia menjelaskan, dalam pemindahan ibu kita negara dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang besar, pembangunan infrastruktur, dana yang besar, serta proses yang panjang.

Selanjutnya, dalam pemindahan dibutuhkan orang yang tidak hanya berwacana. Lalu, punya pengalaman memimpin ibu kota negara.

"Oleh karena itu pembangunan ibu kota baru tidak semata membutuhkan orang yang berwacana, pandai berkata-kata, orang sekadar visi. Jadi orang yang punya pengalaman memimpin ibu kota negara," paparnya.

"Dan ia teruji orangnya punya kompetensi, punya kapabilitas, punya kapasitas untuk memimpin ibu kota negara," tambahnya.

Trubus menilai kandidat lain belum cocok untuk Kepala Badan Otorita IKN. Bambang Brodjonegoro misalnya, Trubus menuturkan, Bambang belum punya pengalaman untuk mengelola kota. Sementara Azwar Anas, meski menjadi pimpinan daerah tapi ruang lingkupnya tidak sebesar ibu kota negara.

"Kalau Pak Tumiyana teknis sangat menguasai teknisnya. Kalau Pak Tumiyana posisinya di posisi lapangan. Eksekusi pembangunan, eksekusi program," paparnya.

Sementara, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menilai pimpinan ibu kota baru mesti berintegritas, cerdas, cepat belajar, dan 'kenyang' alias sudah berkecukupan.

"Saya tidak melihat orang per orang, yang namanya pimpinan harus berintegritas," katanya.



Simak Video "Usai Masa Reses, RUU Ibu Kota Baru Akan Diserahkan ke DPR"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com