Rusia Berminat Ikut Bangun Ibu Kota Baru RI di Kaltim

Deden Gunawan - detikFinance
Rabu, 11 Mar 2020 22:00 WIB
Presiden Joko Widodo akan segera memindahkan ibu kota pemerintahan ke Kalimantan. Begini desainnya.
Desain ibu kota baru RI di Kalimantan Timur/Foto: Kementerian PUPR
Jakarta -

Di era Presiden Sukarno, Rusia atau Uni Soviet pernah terlibat dalam pembangunan sejumlah infrastruktur di Kalimantan. Ketika pemerintahan Jokowi berencana memindahkan ibukota ke Kalimantan Timur, Rusia pun menunjukkan minatnya.

"Dari swasta sudah melihat dan tertarik untuk investasi di sana dan juga untuk membantu membangun kota pintar (smart city)," kata Duta Besar RI untuk Rusia M. Wahid Supriyadi kepada tim Blak-blakan detik.com.

Perusahaan swasta tersebut, ia melanjutkan, diketahui sukses membangun Moskow sebagai kota pintar. Hal itu antara lain ditempuh dengan memasang sekitar 300 ribu kamera yang dilengkapi face recognition dan tekonologi artificial intelligent lainnya di sekitar kota Moskow.

Hasilnya, di kota itu tak perlu banyak polisi untuk mengatur lalu lintas. Juga untuk mencegah dan menanggulangi tindak kriminalitas. Semua data warga sudah masuk database. Jadi, kalau ada DPO (Daftar Pencarian Orang), misalnya, polisi dengan cepat mendeteksi keberadaannya.

"Kalau orang naik transportasi umum pun enggak perlu bayar karena begitu masuk angkutan umum wajah penumpang sudah ke scan dan langsung didebit ke kartu kreditnya," papar Wahid yang sudah bertugas di Rusia sejak 2016.


Sistem kota pinta itu sudah diterapkan Rusia saat hajatan sepak bola paling akbar, World Cup 2018. Selama perhelatan, terbukti efektif untuk membuat wilayah tersebut aman dari gangguan keamanan sekali pun jutaan pendukung sepakbola berdatangan dari berbagai penjuru dunia.

Perusahaan penyedia layanan smart city asal Rusia tersebut, dikatakan Wahid, sudah menyatakan minatnya membantu Indonesia dan berinvestasi di ibukota baru.

"Saya sudah pertemukan dengan beberapa pihak dan dari swasta pun sudah melihat peluang-peluangnya untuk bekerja sama," kata mantan Dubes RI untuk Uni Emirat Arab itu.

Meski begitu pemerintah Indonesia belum secara resmi menawarkan kepada perusahaan tersebut. Pasalnya, otoritas ibu kota baru belum resmi berjalan karena masih menimbang-nimbang calon kepala ortorita.


Masih terkait penataan kota pintar, perusahaan swasta Rusia ini juga dikenal sukses dalam teknologi pengolahan air bersih dan manajemen limbah dengan biaya murah.

"Kita tahu selama ini memang Rusia ini terkenal dari endurancenya (daya tahan) produk-produknya," kata lelaki kelahiran Banyumas, 18 Agustus 1959 itu.

Bukti nyata kekuatan bangunan buatan Rusia, imbuh Wahid, adalah Gelora Bung Karno (GBK) yang sampai saat ini belum terlihat retakan di struktur bangunannya. Stadion GBK merupakan tiruan dari Stadion Luzhniki yang ada di Moskow



Simak Video "Usai Masa Reses, RUU Ibu Kota Baru Akan Diserahkan ke DPR"
[Gambas:Video 20detik]
(deg/hns)