Cegah PHK, Pengusaha Properti Ini Potong Gaji Karyawan 15%

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 21 Apr 2020 13:46 WIB
Iwan Sunito
Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance
Jakarta -

Di tengah pandemi Corona, iklim bisnis menjadi tak karuan dan membuat kinerja perusahaan anjlok. Ujungnya, beberapa karyawan terpaksa dirumahkan bahkan diputus hubungan kerja alias PHK.

Pengusaha asal Indonesia di Australia, Iwan Sunito menjabarkan cara perusahaan propertinya Crown Group untuk tetap berjalan tanpa melakukan PHK pada karyawan. Iwan mengatakan perusahaannya mulai memotong gaji karyawan sebanyak 15% demi menjaga keuangan.

Timbal baliknya, karyawan diberikan jatah libur tambahan sebanyak 9 hari selama 3 bulan. Selama libur, karyawannya diminta untuk mengembangkan diri.

"Di Crown Group kita berikan holiday leave 9 hari selama tiga bulan untuk karyawan. Tapi kita potong gaji 15%, that's how mereka bisa membantu mengurangi beban perusahaan," jelas Iwan dalam video conference bersama wartawan, Selasa (21/4/2020).

"9 hari ini kita minta untuk mereka belajar learning something new," katanya.

Dia mengaku sempat tak tega memotong gaji para karyawannya, dia mengatakan stafnya melakukan pendekatan personal untuk membujuk karyawannya mau dipotong gajinya. Iwan mengatakan hal ini dilakukan demi menghindari PHK.

"Yang susah kalau kita bicara soal pay cut ke mereka, itu untuk jelaskan dampaknya kita lakukan pendekatan personal. Jadi kita tetap mau keep mereka meski gajinya dipotong daripada kita buat tambahan orang yang kena PHK," kata Iwan.

Iwan juga mengungkapkan di Australia sendiri ada kebijakan pemerintah yang bisa membantu para pengusaha. Yaitu membayarkan gaji para karyawannya.

Dia menjelaskan bagi pengusaha yang mengalami penurunan pendapatan hingga 30% lebih, pemerintah akan memberikan bantuan 1.500 dollar Australia per pekerja. Bantuan ini diberikan langsung per dua minggu sekali.

"Di Aussie, pemerintah berikan dana untuk setiap orang yang digaji sama perusahaan, kalau perusahaannya itu incomenya drop 30%. Dia memberikan 1.500 dolar Australia per bulan, per dua minggu, itu dikasih," jelas Iwan.

"Ini harus diberikan langsung ke stafnya, ini membantu banget," tambahnya.



Simak Video "200 Karyawan di Makassar Terkena PHK Selama Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)