Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 04 Mei 2020 20:00 WIB

Mantan Menkeu Sarankan Pembangunan Ibu Kota Baru Ditunda

Trio Hamdani - detikFinance
Chatib Basri Singgung Sulitnya Reformasi Ekonomi di Indonesia Foto: Australia Plus ABC
Jakarta -

Ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri menilai pemerintah bisa menunda pembangunan ibu kota baru agar bisa fokus menangani pandemi COVID-19. Sebab dana yang dibutuhkan untuk penanganan virus Corona tidak sedikit.

"Misalnya ibu kota baru, kan bisa di-delay itu. Jadi prioritasisasi budget bisa dilakukan," kata dia dikutip detikcom dari siaran CNBC Indonesia TV, Senin (4/5/2020).

Pembangunan infrastruktur, menurutnya juga bisa dilakukan secara multiyears, bukan disetop tapi diperpanjang waktunya.

"Saya nggak mengatakan infrastrukturnya disetop, dibikin saja multiyears tahun depan," sebutnya.

Dia juga menilai refocusing anggaran pemerintah masih bisa dioptimalkan untuk penanganan virus Corona. Misalnya anggaran perjalanan dinas yang sudah dipangkas dari Rp 43 triliun menjadi Rp 25 triliun.

Dia menilai anggaran tersebut bisa dipangkas lagi hingga tinggal menyisakan 5%. Sebab di tengah pandemi COVID-19 ini tidak akan banyak dilakukan perjalanan dinas.

"Saya lihat misalnya prioritasi budget masih bisa dilakukan. Saya kasih contoh, itu anggaran untuk perjalanan dinas kan Rp 43 triliun, sudah dipotong jadi Rp 25 triliun. Tapi dalam kondisi PSBB kan orang nggak terbang, nggak jalan, Bikin saja sisa tinggal 5%. Jadi masih ada uang-uang yang mungkin masih bisa digunakan," tambahnya.



Simak Video "Usai Masa Reses, RUU Ibu Kota Baru Akan Diserahkan ke DPR"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com