New Normal, Bakal Banyak Kantor 'Siluman' di Jakarta

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 08 Jun 2020 16:47 WIB
Sejumlah jalan di Jakarta nampak lengang jelang aksi 22 Mei di depan kantor Bawaslu. Ada sejumlah jalan yang ditutup untuk mengantisipasi kemacetan di lokasi.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Setelah beberapa bulan penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH) diyakini sebagian pengusaha akan melanjutkan skema kerja seperti itu. Sebab WFH dianggap lebih efisien.

Jika itu benar terjadi maka perkantoran di wilayah pusat Jakarta akan mulai ditinggalkan. CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda melihat mulai ada minat perpindahan kantor dari perusahan menengah ke wilayah sekunder.

"Wilayah sekunder itu Bodetabek, dekat dengan pemukiman. Kemungkinan yang paling akan berkembang di Serpong, kalau spesifiknya ya BSD, karena infrastrukturnya sudah memadai. Kemudian di Bekasi," ujarnya kepada detikcom, Senin (8/6/2020).

Menurut Ali sebagian perkantoran juga sudah mulai mengantisipasi kemungkinan terjadinya trend tersebut. Mereka berencana mengubah konsep gedung perkantorannya dan mengarah untuk virtual office dan co-working space.

"Jadi re-konsep apakah semua dibuka untuk umum seperti biasa, atau diganti menjadi co-working space atau virtual office. Karena kalau tidak terjadi banyak kekosongan," tambahnya.

Ali menilai kebanyakan perusahaan kelas menengah nantinya cenderung akan menyewa virtual office di wilayah CBD Jakarta. Sementara kantor aslinya akan dipindahkan ke wilayah sekunder.

Dia menjelaskan, virtual office seperti hanya menitipkan alamat kantor di sebuah gedung. Perusahaan itu hanya menyewa 1 ruangan kecil sebagai syarat alamat kantor. Seperti siluman, alamat kantor virtual office bukanlah alamat kantor sesungguhnya, tidak ada karyawan. Tujuannya hanya untuk branding.

"Kan kadang pengusaha ingin branding, namanya ingin ada di Sudirman-Thamrin. Dia hanya menyediakan ruang meeting, di-charge setiap meeting, atau seperti apa, tapi karyawannya tidak ada," tutupnya.



Simak Video " Ini Aturan New Normal bagi Karyawan"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)