Pemetaan Aset Negara di Jakarta dan Ibu Kota Baru Terganjal Corona

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 12 Jun 2020 19:47 WIB
Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal-I 2018 tumbuh 5,2%. Pertumbuhan itu didukung dengan capaian penerimaan pajak maupun nonpajak.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan mengaku penghitungan aset di DKI Jakarta dan ibu kota negara (IKN) baru terkendala virus Corona alias COVID-19.

Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata mengatakan perhitungan aset ini merupakan bagian pemerintah mengelola aset atau barang milik negara (BMN) baik di DKI Jakarta maupun di Kalimantan Timur.

"Kita terhalang untuk melakukan site visit. Salah satu fungsi DJKN agak terhambat selama pandemi COVID adalah penilaian," kata Isa dalam video conference, Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Pengelolaan BMN ini tertuang dalam UU Nomor 17 Tahun 2003 dan UU Nomor 1 Tahun 2004 di mana Menteri Keuangan mengatur pengelolaan BMN.

Dengan payung hukum tersebut, maka DJKN mengambil peran penting pada program pemindahan IKN baru ke Kalimantan Timur. DJKN akan melakukan pemetaan aset pemerintah di Jakarta sehingga memberikan dampak signifikan bagi negara.

Isa menyebut, selama pemberlakuan pembatasan sosial berksala besar (PSBB) tim penilai aset DJKN tidak diperbolehkan turun ke lapangan.

Berlanjut di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2