Trump Teken Aturan soal Corona, Salah Satunya Penggusuran Rumah

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 11 Agu 2020 09:49 WIB
US President Donald Trump speaks to the press in the Brady Briefing Room of the White House in Washington, DC, on August 10, 2020. - Secret Service guards shot a person, who was apparently armed, outside the White House on Monday, President Donald Trump said just after being briefly evacuated in the middle of a press conference. The president was abruptly ushered out of the press event and black-clad secret service agents with automatic rifles rushed across the lawn north of the White House. Minutes later, Trump reappeared at the press conference, where journalists had been locked in, and announced that someone had been shot outside the White House grounds. Trump said he knew nothing about the identity or motives of the person shot, but when asked if the person had been armed, answered: From what I understand, the answer is yes. (Photo by Brendan Smialowski / AFP)
Foto: US President Donald Trump (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani kebijakan untuk bantuan ekonomi sebagai langkah untuk menekan dampak virus Corona. Salah satu kebijakan Trump adalah mencegah penggusuran.

Namun arahan Trump juga tidak menawarkan kepada keluarga yang kesulitan finansial dan berpotensi kehilangan rumah mereka. Trump juga menginstruksikan kepada Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan dan Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) untuk mempertimbangkan larangan penggusuran ini.

Kemudian Departemen Keuangan AS dan Departemen Perumahan Pembangunan Perkotaan juga diminta mengidentifikasi dana yang bisa digunakan untuk membantu penyewa serta pemilik rumah yang kesulitan membayar akibat pandemi virus Corona.

Direktur Eksekutif Jobs with Justice Erica Smiley mengungkapkan arahan Trump ini tidak benar-benar akan membantu masyarakat.

"Jika ia ingin benar-benar membantu penyewa yang kesulitan dia akan kembali mempertimbangkan moratorium penggusuran tersebut," kata dia dikutip dari CNBC, Selasa (11/8/2020).

Menurut dia dengan kebijakan Trump ini masih memungkinkan penyewa akan kehilangan tempat tinggal. Pasalnya lebih dari 30% rumah tangga AS masih kesulitan membayar rumah pada awal Agustus ini.

Presiden National Low Income Housing Coalition Diane Yentel mengungkapkan, kebijkan ini hanya untuk menyesatkan penyewa agar seolah dilindungi negara.

"Padahal sebenarnya tidak. Ini hanya harapan palsu yang membuat masyarakat bingung saat sebenarnya penyewa ingin mendapat kepastian jika mereka tidak akan diusir dari tempat tinggal mereka," jelasnya.



Simak Video "Kematian Corona di AS Capai 200 Ribu, Trump: Itu Memalukan"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)