Genjot Properti Ramah Lingkungan, Pengembang Pakai Teknologi Jerman

Fadhly Fauzi Rachman, Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Kamis, 10 Sep 2020 07:30 WIB
Di tengah pandemi Corona, PT Pollux Properti Indonesia Tbk, dengan produk Chadstone Cikarang tetap melakukan serah terima unit sesuai target yang telah ditentukan bertahap di bulan April 2020.
Foto: dok. Chadstone
Jakarta -

PT Pollux Properti Indonesia Tbk membangun proyek mega superblok Meisterstadt atau Pollux Habibie di kawasan Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau. Pembangunan proyek mega superblok tersebut merupakan ambisi Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie untuk mewujudkan Batam sebagai kota maju dan terdepan di Indonesia.

Konsep yang diusung dari proyek ini mengedepankan kualitas hunian ramah lingkungan dengan mengadopsi teknologi Jerman. Pengembangan ini diharapkan dapat menambah daftar investasi ramah lingkungan. Sebab, mengutip data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM), total realisasi investasi ramah lingkungan baru mencapai 30,3 persen atau sekitar Rp 486 triliun selama kurun waktu Tahun 2010-2014.

Oleh karena itu, Pollux ingin menggalakkan Meisterstadt sebagai proyek mega superblok dengan investasi ramah lingkungan. "Kami sebagai pengembang juga ingin turut berkontribusi dalam menghadirkan properti atau hunian yang ramah lingkungan. Teknologinya sendiri kami adopsi dari negara Jerman," ujar Direktur Utama PT Pollux Properti Indonesia Tbk Suryo Amanto dalam siaran pers, Jumat (4/9/2020).

Pollux juga menggandeng PT PP (Persero) Tbk sebagai kontraktor utama dalam proyek besar tersebut. Teknologi yang digunakan dalam membangun proyek mega superblok ini mengadopsi Integrated Vertical City dari Jerman yang merupakan usulan Presiden Habibie.

Presiden Komisaris Pollux Habibie International Ilham Akbar Habibie mengatakan, Batam dipilih menjadi pembangunan proyek tersebut karena sudah menjadi impian Habibie untuk mengembangkan kota tersebut menjadi kota sempurna. "Outcome-nya, investor yang melirik Meisterstadt, juga berpotensi melakukan investasi ," tambah Ilham.

Selanjutnya
Halaman
1 2