Jangan Asal Mau KPR, Cek Dulu Tips Ini Sebelum Beli Rumah

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2020 17:10 WIB
Pameran Indonesia Property Expo (IPEX) sukses digelar. Sebanyak 600 rumah ditawarkan. Pameran ini juga diikuti lebih dari 167 pengembang.
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Harga rumah akan terus naik. Bahkan di era pandemi COVID-19, harga rumah tetap mengalami kenaikan. Kenaikan Indeks Harga Properti (IHPR) juga terus mengalami pertumbuhan setiap tahunnya dengan rata-rata nilai 3,22%.

Menurut Badan Pusat Statistik sejak tahun 2017 hingga 2020 kenaikan upah gaji bersih pegawai di Indonesia secara rata-rata mencapai 4,53%.

Faktanya, meski gaji seorang pegawai mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, harga rumah juga mengalami hal yang sama. Namun, harga dasar sebuah rumah bisa mencapai 100 atau bahkan 1.000 kali lipat dari gaji bulanan seorang pegawai.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mungkin bisa menjadi solusi untuk mendapatkan rumah. Namun, tidak semua pegawai layak untuk mencicil rumah dengan jalan KPR. Maka, untuk mengetahui seberapa layak untuk mengajukan KPR, simak tips cerdas membeli rumah dari Lifepal.

1. Pahami lebih dahulu, apakah Anda layak mencicil rumah?

Bank atau lembaga pemberi kredit bisa saja memberikan penilaian skor bagus pada Anda karena ketepatan pembayaran angsuran. Namun ketahuilah dengan seksama, apakah Anda memang layak untuk mencicil rumah.

Caranya dengan mengetahui rasio utang berbanding aset Anda sendiri. Nilai rasio hutang berbanding aset menunjukkan berapa besar aset milik kita, yang dibiayai utang. Dengan membagi total utang dan total aset kita, maka kita bisa mendapatkan skor untuk rasio ini.

Nilai ideal dari rasio ini di bawah 50%. Jika nilainya lebih dari 50% maka tandanya, nilai utang kita telah melebihi nilai aset dan hal ini jelas menunjukkan ketidaksehatan finansial. Perbaikilah terlebih dulu rasio ini sebelum Anda mengajukan KPR.

2. Jangan berutang jika tak ada dana darurat

Lindungi terlebih dulu dana darurat Anda. Ketersediaan dana darurat yang ideal adalah 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan. Semakin banyak tanggungan kita atau semakin tinggi risiko pekerjaan kita, maka semakin besar pula kebutuhan dana darurat kita.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Investasi Ditengah Keadaan yang Tak Menentu? Ini Tipsnya!"
[Gambas:Video 20detik]