Asing Boleh Miliki Rusun, Bahaya Buat Warga Lokal?

Tim Detikcom - detikFinance
Kamis, 08 Okt 2020 08:22 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meninjau progres pembangunan Rumah Susun (Rusun) Tingkat Tinggi Pasar Jumat, DKI Jakarta.
Foto: Istimewa/Kementerian PUPR
Jakarta -

Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja telah disahkan. Salah satu kebijakan yang cukup menarik perhatian adalah diperbolehkannya asing memiliki rumah susun di Indonesia.

Pengamat properti dan CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menilai kebijakan itu akan memberikan angin segar buat industri properti tanah air. Namun dia khawatir pemerintah melupakan kebutuhan hunian untuk rakyatnya sendiri.

"Karena 1 juta rumah saja sebenarnya tidak begitu efektif. Oke rumah di pinggiran untuk masyarakat bawah. Tapi kan ada kalangan menengah yang butuh hunian juga di tengah kota," ucapnya saat dihubungi.

Sementara Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menjelaskan maksud kepemilikan satuan rumah susun (sarusun) bagi orang asing yang tertuang dalam UU Omnibus Law Cipta Kerja Khalawi memastikan bahwa izin kepemilikan rusun bagi warga asing tersebut tak akan mengganggu pasokan rusun bagi MBR.

"Rusun untuk MBR mendapat kemudahan berupa fasilitas pembiayaan seperti KPR FLPP dan demand-nya tinggi. Dengan demikian Rusun MBR (dengan bantuan pemerintah dan permintaannya tinggi) akan tetap merupakan ladang usaha yang sangat menarik untuk para pengembang," ujar Khalawi.

Lebih lanjut, Khalawi menjelaskan meski warga asing diperbolehkan memiliki rusun di Indonesia, namun, rusun yang bisa dimiliki WNA itu adalah rusun yang berdiri di atas tanah yang berstatus sebagai hak pakai.

Berdasarkan Pasal 41 ayat (1) UUPA, defisini Hak Pakai adalah hak untuk menggunakan dan/atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh negara atau tanah milik orang lain.

"Orang asing dapat memiliki Rusun dengan Hak Pakai," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ikut Demo Omnibus Law di Universitas Udayana, Siswa SMK Ini Dipulangkan"
[Gambas:Video 20detik]