Bertemu Dirut BTN, Fadel Dukung Penyediaan 1,5 Juta Rumah Murah

Yudistira Imandiar - detikFinance
Rabu, 28 Okt 2020 11:11 WIB
Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad mendukung program penyediaan 1,5 juta rumah murah oleh BTN dalam lima tahun ke depan.
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad mendukung program penyediaan 1,5 juta rumah murah oleh BTN dalam lima tahun ke depan. Fadhel juga membahas soal langkah merger bank-bank Syariah untuk meningkatkan porsi pembiayaan ekonomi syariah.

"Dalam penyediaan rumah murah, BTN berkoordinasi juga dengan koperasi karyawan (Kopkar) dalam penyediaan rumah untuk karyawan swasta, BUMN, maupun aparatur sipil negara (ASN). Kebetulan saya adalah Ketua Umum Induk Koperasi Karyawan (Inkopkar)," ujar Fadel dalam keterangannya, Rabu (28/10/2020).

Hal tersebut dibahas Fadel saat bertemu dengan Direktur Utama BTN Pahala Mansury di Gedung Nusantara III Lantai 9, Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Selasa (27/10).

Sementara itu mengenai merger bank-bank syariah milik pemerintah, Fadel menguraikan porsi ekonomi syariah yang saat ini masih sekitar 5-6 persen bisa ditingkatkan menjadi di atas 10%.

"Saat ini porsi ekonomi syariah masih kecil. Karena itu kita mendukung bank-bank syariah di bawah bank pemerintah segera digabungkan," ulasnya.

Menurut Fadel, apabila bank-bank syariah di bawah bank pemerintah itu digabung maka bisa diperoleh tiga keuntungan. Pertama, pangsa pasar bank syariah menjadi lebih luas, diharapkan bisa di atas 10%.

Kedua, lanjutnya, dengan merger maka jangkauan bank-bank syariah terhadap masyarakat akan lebih luas. Ketiga, bank-bank syariah bisa bekerja sama dengan bank daerah setelah merger.

Dalam pertemuan tersebut Pahala mengungkapkan perkembangan kinerja keuangan BTN per bulan September tumbuh 40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"BTN akan lebih berperan lagi dalam hal kepemilikan rumah. Dalam lima tahun mendatang BTN akan menyediakan kurang lebih 1,5 juta rumah baru," kata Pahala.

Penyediaan 1,5 juta rumah, rinci Pahala, termasuk rumah untuk karyawan swasta, karyawan BUMN, dan ASN.

"Untuk itu BTN membutuhkan dukungan pembiayaan untuk dana subsidi atau lainnya. Juga ada rencana sekuritisasi sehingga BTN bisa mendapatkan dana murah untuk membiayai penyediaan 1,5 juta rumah," imbuh Pahala.

(akn/ara)