Hitung-hitungan Ongkos LRT Jabodebek vs Kendaraan Pribadi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 15 Nov 2020 17:23 WIB
LRT Jabodebek
Foto: LRT Jabodebek (Achmad Dwi Afriyadi)
Jakarta -

Kemacetan merupakan salah satu masalah di kota-kota besar. Maka itu diperlukan hunian yang mendekatkan seseorang dengan transportasi publik untuk mengatasi hal tersebut.

Salah satunya ialah hunian yang dekat dengan lintas rel terpadu (LRT) Jabodebek. Selain dapat mengatasi kemacetan, penggunaan transportasi massal dinilai lebih efisien dari sisi ongkos.

Project Director LRT City Bekasi-Eastern Green Setya Aji Pramana pun menghitung tingkat efisiensi di LRT City Bekasi-Eastern Green.

"Saat ini LRT City Bekasi-Green Eastern sudah mulai dihuni sehingga masyarakat sudah bisa merasakan berbagai sarana maupun fasilitas hunian dengan konsep modern seperti di kota-kota maju," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (15/11/2020).

Dia menerangkan, bila menggunakan kendaraan pribadi, biaya yang harus dikeluarkan antara lain untuk BBM sekitar Rp 50.000/hari, biaya jalan tol Rp 35.000 dan biaya parkir Rp 50.000. Secara total dibutuhkan biaya harian sekitar Rp 135.000 apabila tinggal di Bekasi dan berkantor di wilayah Sudirman ataupun Kuningan. Ini belum memperhitungkan biaya perawatan mobil, pajak kendaraan, dan biaya lainnya.

Sementara bila menggunakan LRT sebagai transportasi harian biayanya hanya Rp 24.000/hari dan terbebas dari biaya parkir, BBM, tol, dan biaya-biaya lainnya. Artinya, ada penghematan lebih dari Rp 100.000 setiap harinya bila kita menggunakan transportasi umum seperti LRT.

Waktu tempuhnya pun juga lebih terukur dan bisa diprediksi. Dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam, dari Stasiun LRT Jatimulya ke Stasiun LRT Jatibening hanya 15 menit atau ke Stasiun LRT Cawang hanya 28 menit dan ke Stasiun LRT Dukuh Atas hanya memakan waktu 50 menit.

LRT Jabodebek juga akan terkoneksi dengan moda transportasi umum lainnya, seperti Transjakarta, KRL, hingga angkutan perkotaan lain sehingga memudahkan kita untuk melangkah ke manapun di wilayah Jabodebek.

LRT City Bekasi-Eastern Green dibangun di atas lahan seluas 1,4 ha dengan konsep mixed-use mulai dari hunian, mal, ruko, plaza, dan sebagainya. Hunian itu dilengkapi juga dengan jalur pejalan kaki dan bicycle track. Proyek ini terdiri dari dua tower apartemen yaitu Tower Primrose (634 unit) dan Tower Clove (302 unit).

(acd/dna)