Markaz Syariah Pakai Aturan Ini Jelaskan Beli Tanah HGU PTPN dari Petani

Tim detikcom - detikFinance
Minggu, 27 Des 2020 16:29 WIB
Habib Rizieq Pulang, Picu Kerumunan, Lalu Ditahan (Infografis detikcom)
Tim Infografis detikcom
Jakarta -

Kuasa Hukum Habib Rizieq, Ichwan Tuankotta mempertanyakan kesalahan dalam pembelian tanah hak guna usaha (HGU) Markaz Syariah. Sebelumnya, pembelian tanah Markaz Syariah oleh Habib Rizieq Shihab ke petani ini dinilai salah oleh Kementerian ATR/BPN.

Dia menjelaskan, PTPN VIII awalnya menelantarkan tanah yang kini jadi tempat berdirinya Markaz Syariah lebih dari 25 tahun. Kemudian, tanah yang ditelantarkan itu dibeli oleh Habib Rizieq dari petani.

Petani, kata dia, adalah pihak yang mengelola atau pihak penggarap tanah terlantar itu.

"Karena Habib Rizieq membeli lahan itu dari para petani, penggarap, yang pada saat itu memang tanah tersebut sudah ditelantarkan dan terbengkalai oleh pihak PTPN VIII, begitu. Nah, karena tanah itu sudah ditelantarkan dan dikelola oleh pihak penggarap, dalam hal ini warga petani di sekitar situ, itu sudah dari tahun 1991. Jadi sudah 25 tahun lebih tanah itu ditelantarkan," kata Ichwan, Minggu (27/12/2020).

Dia menjelaskan, seseorang atau badan usaha bisa membeli tanah yang diterlantarkan. Hal itu mengacu Pasal 34 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria.

"Karena tanah itu ditelantarkan, konsekuensinya di dalam Undang-Undang Agraria tahun 60, itu ada kaitan tentang penelantaran, ya. Di sini disebutkan di Pasal 34 yang saya baca, kalau HGU itu ditelantarkan, otomatis menjadi hapus haknya, begitu," lanjutnya.

Sebelumnya, tim advokasi Markaz Syariah menjawab somasi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII dengan mengatakan mereka membeli lahan Markaz Syariah dari para petani. Kementerian ATR/BPN kemudian merespons tim hukum Markaz Syariah.

"Tim hukum MRS (Muhammad Rizieq Shihab) mengatakan telah membeli tanah itu pada petani, dan jika itu yang disebut legal standing-nya, maka itulah yang salah," kata juru bicara BPN, Teuku Taufiqulhadi saat dimintai konfirmasi.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2