RI Kebut Tangani Pandemi, RS Adam Malik Khusus COVID-19 Dibangun Kilat

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 04 Feb 2021 12:41 WIB
Fasilitas COVID-19 Pertama RI di Pulau Galang
Foto: Fasilitas COVID-19 di RS Adam Malik (Istimewa)
Jakarta -

Sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia pada awal bulan Maret tahun lalu, pemerintah mengambil berbagai langkah cepat untuk penanganan pandemi sekaligus tetap bisa mengoptimalkan kegiatan perekonomian. Sektor konstruksi misalnya, menjadi salah satu sektor yang dikecualikan untuk diterapkan berbagai pembatasan kendati tetap harus menerapkan berbagai protokol kesehatan yang ketat.

Karena itu pembangunan berbagai sarana maupun fasilitas kesehatan pun dilakukan untuk mengejar kecepatan sarana maupun menggerakkan perekonomian. Salah satunya seperti pembangunan Rumah Sakit (RS) Adam Malik di Jalan Bunga Lau, Medan, sebagai salah satu fasilitas COVID-19 yang dibangun pada pertengahan tahun lalu.

Salah satu material utama untuk pembangunan gedung rumah sakit ini yaitu hasil produksi PT Alsun Suksesindo (Bekasi). Beberapa range produk Alsun yang digunakan yaitu sandwich panel dengan fitur khusus anti bakteri untuk partisi ruang, rangka atap baja ringan, dan atap metal.

Menurut Direktur Alsun Suksesindo Rudy Kesuma, pembangunan rumah sakit untuk sekitar 50 unit kamar fasilitas penanganan COVID-19 ini dilakukan dalam waktu relatif singkat. Hal itu tidak terlepas dari konstruksi material yang berupa panel (slab) sehingga pemasangannya bisa jauh lebih cepat dibandingkan sistem konstruksi konvensional.

"Untuk membangun fasilitas ini waktu pengerjaannya hanya satu bulan, jadi produk-produk seperti ini sudah bisa digunakan untuk situasi kedaruratan seperti membangun fasilitas pandemi yang harus cepat maupun fasilitas lain terkait bencana alam. Khusus untuk produk sandwich panel anti bakterinya itu menggunakan coating khusus yang bisa tahan hingga 10 tahun," katanya.

Material sandwich panel anti bakteri Alsun dengan lebar panel 1,14 m dan panjang maksimal 2,4 m bisa dibuatkan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan (customized). Ketebalan produk juga bisa disesuaikan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan ruang, misalnya harus kedap udara, kedap suara, maupun kebutuhan khusus lainnya.

Dengan panjang yang mencapai 2,4 m, untuk bangunan dengan tinggi di bawah ini bisa dibuat tanpa sambungan. Kalaupun dibutuhkan bangunan yang lebih tinggi, dengan panel yang lebar dan panjang ini membuat tidak ada banyak sambungan pada panel partisinya. Proses pemasangannya juga jauh lebih cepat dibandingkan dengan material konvensional seperti pasangan bata, sandwich panel ini bisa dipasang oleh empat orang tukang untuk luasan 40 m2 hanya dalam waktu satu jam.

Kelebihan lainnya, material ini juga cocok digunakan untuk bangunan tahan gempa karena tidak akan ambruk bila ada goncangan. Untuk ketahanan gempanya, produk ini telah bersertifikat SNI 1726-2012 dan standar ASTM 84/ISO 834-1 untuk ketahanan api (flame retardant).

"Produk dengan fitur khusus seperti ini bisa menjadi solusi cepat saat situasi darurat dengan kualitas bangunan yang sudah teruji. Karakteristik materialnya ringan namun kuat dan solid hingga bisa menyesuaikan sesuai kebutuhan sehingga dari sisi harga juga bisa lebih optimal. Untuk pemesanan maupun keterangan lain terkait produk ini bisa mengirimkan email ke alsun@cbn.net.id," beber Rudy.



Simak Video "Tambah 7.300, Kasus Covid-19 Per 21 Februari 2021 Jadi 1.278.653"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)