Ramai Hotel Mewah di Jakarta Dijual Online, Benar Nggak Sih?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 05 Feb 2021 16:33 WIB
ilustrasi hotel
Ilustrasi/Foto: Thinkstock
Jakarta -

Ramai hotel-hotel di DKI Jakarta dijual di lapak online. Dari hotel bintang 3 sampai bintang 5 dibanderol dengan harga mulai Rp 85 miliar hingga Rp 2,7 triliun.

Dilihat di sebuah situs penjualan online, Jumat (5/2/2021), hotel-hotel yang dijual lokasinya tersebar, mulai di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Barat. Misalnya saja sebuah hotel berbintang 5 di Jakarta Pusat, dibanderol dengan harga Rp 2,7 triliun. Hotel tersebut memiliki 20 lantai dengan total 251 kamar. Benarkah hotel-hotel mewah di DKI Jakarta dijual?

Merespons kabar itu, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, informasi hotel dijual tak secara resmi dilaporkan kepada PHRI. Namun, kemungkinan hotel dijual itu ada, apalagi di tengah tekanan pandemi COVID-19 yang menggerus pemasukan.

"Kalau masalah validitas penjualannya tentu yang tahu yang pasang iklan. Karena kita tidak pernah dilaporkan atau diinformasikan apakah propertinya dijual atau tidak. Kemudian kalau ditanya hubungannya dengan situasi CIVD-19, kemungkinan itu pasti ada, karena memang benar situasi saat ini khususnya untuk bisnis hotel dan restoran paling terpukul, apalagi ini sudah masuk bulan ke 12 (pandemi)," kata Maulana kepada detikcom, Jumat (5/2/2021).

Dihubungi secara terpisah, Ketua Badan Pimpinan Daerah PHRI DKI Jakarta Sutrisno Iwantono juga mengatakan hal serupa.

"Kalau benar atau tidaknya saya nggak tahu, karena itu bukan lewat PHRI. Ya mungkin saja, tapi saya untuk kasus ini tidak tahu, karena itu kan urusan masing-masing hotel. Kita tidak mencampuri dan mereka tidak ada kewajiban untuk melaporkan kepada PHRI. Tapi memungkinkan saja," terang dia.

Kemudian, Country Manager Rumah123 Maria Herawati Manik menilai, pemasangan iklan hotel dijual di lapak online tak biasa dilakukan. Pasalnya, untuk memperoleh ketertarikan dari pasar pun sangat kecil kemungkinannya.

"Hotel saya bilang tidak lazim, kenapa? Karena sebenarnya dari harganya sendiri, value-nya, kita bicara bahkan Rp 20-50 miliar ke atas, bahkan ada triliunan. Kita tahu properti portal itu bukan seperti properti e-commerce yang di mana pembelian atau transaksi terjadi di situ. Properti portal ini hanya sifatnya memberi informasi properti apa yang available for sale. Nah tetapi untuk capture interest, tentunya kalau sampai hotel menurut saya belum lazim," terang Maria.

Lihat juga video 'Keterisian Hotel untuk Isolasi Mandiri Pasien Corona di DKI Tembus 90%':

[Gambas:Video 20detik]



Berlanjut ke halaman berikutnya.

Meski begitu, kemungkinan penjualan hotel melalui situs online memang ada, dan pernah terjadi satu kali dalam pengalaman hidupnya. Namun, tak semua hotel bisa menarik perhatian jika dipajang di lapak online. Menurut Maria, hotel bintang 5 yang tergabung di grup-grup internasional biasanya tidak melakukan penjualan melalui situs, namun ada pendekatan khusus.

"Biasanya kalau sifatnya cukup besar kan dia approach company, ke investor lah ya. Itu cukup aneh. Makanya saya bilang, ini sama kayak kasus mal besar dulu. Tapi saya nggak tahu kenapa ada agent yang bisa taruh itu, apakah dia sengaja atau ada intensi tertentu, atau dia dapat informasi dan coba-coba. Itu cukup aneh, kembali lagi siapa yang posting. Dan portal kan kan free, siapa pun bisa. Jadi kalau lazim atau nggak lazim, memang nggak lazim," paparnya.

detikcom juga mencoba menghubungi pihak-pihak yang memasang iklan penjualan hotel. Pertama ialah hotel Le Meridien Jakarta yang dibanderol senilai Rp 2,7 triliun. Menurut sang pemasang iklan, hotel tersebut sudah terjual. Namun, perusahaan belum memberikan konfirmasi kepada detikcom.

Kedua adalah Delua Hotel di Mangga Besar, Jakarta Barat yang dijual Rp 85 miliar. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari manajemen. Namun, sang pemasang iklan mengatakan properti Delua Hotel masih tersedia untuk dijual.

Ketiga, Hotel Losari Roxy, Jakarta Barat. Menurut pemasang iklan, hotel tersebut masih dijual. Begitu juga dengan pihak manajemen hotel yang bernama Darwanto, menurutnya sejak lama pemilik hotel memang ingin menjualnya.

"Betul sih kami memang sudah lama mau jual, dari owner. Kami nggak tahu tapi agennya siapa yang pasang. Tapi sampai sekarang memang kami mau jual. Kalau dari saya memang kami masih mau jual, dari owner belum ada kata-kata mau berhenti, jadi masih sama kelihatannya masih ingin jual. Cuma berapanya nanti langsung sama owner. Cuma sudah lama mau jual, sejak 2019," kata Darwanto.

Selanjutnya adalah Goodrich Hotel di Jakarta Selatan yang dijual seharga Rp 260 miliar. Sayangnya, hingga kini pengiklan dan pemilik belum memberikan konfirmasi.

Terakhir, GP Mega Kuningan Hotel yang dibanderol seharga Rp 125 miliar. Namun, seorang pegawai hotel yang dihubungi detikcom mengaku tak tahu-menahu apakah iklan penjualan hotel tersebut valid.

(vdl/ara)