Harga Rumah Negeri K-Pop Naik Gila-gilaan, Pemerintah Turun Tangan

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 07 Feb 2021 16:15 WIB
A notice is seen at the entrance of a temporarily closed store at a shopping district in Seoul, South Korea, Sunday, Aug. 23, 2020. South Korea has added nearly 400 new coronavirus cases, counting its tenth straight day of triple-digit increases as the speed of viral spread nears the levels the country saw during the worst of its outbreak in spring. (AP Photo/Ahn Young-joon)
Foto: Wabah Virus Corona di Korea Selatan. (AP/Ahn Young-joon)
Jakarta -

Harga rumah di Korea Selatan mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Untuk mengatasinya, pemerintah Korsel memutuskan untuk membangun rumah dalam jumlah yang banyak.

Melansir Reuters, Minggu (7/2/2021), Presiden Korsel Moon Jae-in menyatakan, pemerintah akan menambah 830.000 rumah baru pada hingga 2025 di seluruh negeri. 320.000 rumah di antaranya akan dibangun di Seoul.

Langkah tersebut diambil pemerintah Korsel untuk memperlambat lonjakan harga rumah dan sewa rumah yang terjadi, meskipun pajak sudah dinaikkan.

Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa fokus kebijakan pemerintah Korsel bergeser ke peningkatan pasokan. Sebelumnya pemerintah Korsel sudah berupaya mengurangi permintaan dengan cara pembatasan pinjaman dan peningkatan pajak.

Saham-saham perusahaan bangunan Korea pun mengalami kenaikan. Seperti perusahaan pembuat bagian beton Tongyang Pile melonjak 6,7% sementara Industri Semen Sampyo dan Semen Ssangyong sahamnya naik masing-masing 3% dan 2%.

"Ini adalah pasokan yang akan cukup untuk mengatasi ketakutan tentang kekurangan rumah," kata Yeo Kyoung-hui, analis pasar properti di Real Estate 114 Inc.

Regulator Korsel menilai terjadi kenaikan yang signifikan dari masyarakat Korsel yang ingin hidup sendiri. Hal itu lah yang membuat permintaan akan hunian semakin meningkat dan memicu kenaikan harga rumah.

Dari tahun 2016 dan 2019, jumlah orang yang tinggal sendiri dalam satu rumah meningkat 13% menjadi sekitar sepertiga dari total rumah tangga. Sementara data statistik Korsel menunjukkan populasi negara hanya naik 1,2% menjadi 51,8 juta orang.

Bahkan populasi Korea Selatan turun pada tahun 2020 untuk pertama kalinya. Diperkirakan akan turun lebih jauh lagi karena tingkat kesuburan Korsel merupakan terendah di dunia.

Harga rata-rata apartemen di Seoul melonjak menjadi 1,04 miliar won (US$ 929.351,42) pada Januari, naik sekitar 70% sejak Moon menjabat pada 2017.



Simak Video "Bikin Gempar Dunia Hiburan Korsel, Apa Sih Bullying Itu?"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)