Tengok Lagi Rencana Hary Tanoe Sambung 'Disneyland' RI Pakai Tol

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 14 Feb 2021 17:43 WIB
Masyarakat Jatiranggon, Kota Bekasi semangat belajar bikin bakso bersama Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dan Ketua Umum Kartini Perindo Liliana Tanaja Tanoesoedibjo, Kamis (28/3/2019). Cooking class itu berlangsung seru dan penuh canda tawa.
Hary Tanoesoedibjo (Foto: dok. Perindo)
Jakarta -

MNC Group sempat masuk ke bisnis jalan tol yakni Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi). Bukan tanpa alasan, pemilik MNC Group Hary Tanoesoedibjo melihat prospek investasi tol karena banyaknya industri di kawasan Sukabumi.

Tak hanya itu, MNC Group sendiri berencana mengembangkan destinasi wisata Lido, Bogor, Jawa Barat yang kini telah ditetapkan sebagai Kawasan Khusus (KEK). Kawasan wisata itu rencananya berkonsep theme park seperti halnya Disneyland.

"Di Sukabumi banyak industri dan itu perlu didukung. Karena banyak Industri Sukabumi yang kirim barang ke Jakarta. Jadi nanti banyak mobil yang lewat tol saya," canda Hary Tanoe mengungkapkan alasan masuk ke bisnis tol di lokasi groundbreaking Pintu Keluar Tol Ciawi, Bogor, Jawa Barat dalam catatan detikcom, 9 Februari 2015 silam.

Namun, MNC Group tak lama memegang bisnis tol yang sempat mangkrak tersebut. Masih dalam catat detikcom, diketahui Tol Bocimi memiliki sejarah panjang karena gonta-ganti investor.

Tahun 2007, Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) ditandatangani oleh Konsorsium Bukaka Teknik Utama. Konsorsium saat itu terdiri dari PT Bukaka Teknik Utama sebesar 35%, PT Graha Multitama Sejahtera 32,5% dan PT Karya Perkasa Insani menguasai 32,5% saham PT Trans Jabar Tol, pengelola Tol Bocimi

Pada tahun 2011, terjadi perubahan struktur pemegang saham. Grup Bakrie menjadi pemegang saham pengendali atas PT Trans Jabar Tol. Komposisi pemegang saham kala itu adalah Bakrie Toll Road 60%, PT Marga Sarana Jabar 25% dan PT Bukaka Teknik Utama 15%.

Tahun 2014, Grup MNC mengakuisisi PT Bakrie Toll Road yang merupakan anak usaha Grup Bakrie yang menguasai 5 ruas jalan tol termasuk Bocimi. Bakrie Toll Road pun berganti nama menjadi MNC Toll Road. Sejak saat itu, penguasaan Tol Bocimi secara resmi berpindah tangan dari Grup Bakrie ke Grup MNC. Hingga periode itu tol masih mangkrak.

Baru pada tahun 2015, PT Waskita melalui anak usahanya Waskita Toll Road secara bertahap mengambil alih kepemilikan jalan tol-jalan tol yang dikuasai MNC Toll Road. Pada Februari 2015, proyek pun dikebut hingga saat ini.

Tol Bocimi terdiri dari 4 seksi dengan total panjang 54 km. Pada 1 Desember 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Seksi I Ciawi-Cigombong dengan panjang 15,35 km. Kala itu, Jokowi menyinggung tol yang telah gonta-ganti investor, hingga baru selesai 21 tahun.

"Saya nggak bisa hitung berapa kali ini sudah ganti, 21 tahun kemudian baru jadi," kata Jokowi di Tol Bocimi, Jawa Barat, Sabtu (1/12/2018).

Saat itu, dalam laman Waskita Toll Road disebutkan, perusahaan menggenggam saham Trans Jabar Tol (TJT) atau pengelola tol sebanyak 99,99% dan 0,01% digenggam Koperasi Waskita.



Simak Video "9 Tol Mau Dijual ke Swasta, Ada yang Minat?"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)