Begini Dampak Ekonomi Jika Sektor Perumahan Mulai Berekspansi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 08 Mar 2021 18:12 WIB
Seorang pengunjung melihat maket hunian vertikal sambil memantau dari website Rumah Murah BTN, di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (11/2/2021). Hunian vertikal khas kesukaan milenial ini juga untuk pembiayaannya didukung oleh bank BTN dengan DP dan bunga yang sangat terjangkau. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman_punyaFOTO
Jakarta -

Perumahan merupakan salah satu sektor yang bisa menggerakan perekonomian. Hal ini karena ada 174 sektor yang bisa terdampak jika perumahan mulai bergerak.

Plt. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon LP Napitupulu mengatakan ekspansi di sektor perumahan memiliki dampak besar bagi perekonomian nasional.

Misalnya, perumahan merupakan sektor yang dapat meningkatkan lapangan kerja karena untuk setiap rumah yang dibangun setidaknya membutuhkan sekitar 5 pekerja.

Kemudian dari sisi produksi dan perdagangan nasional pun dapat terdongkrak karena 90% bahan bangunan untuk mendirikan rumah merupakan produk lokal.

Nixon menambahkan ada lagi dari setiap unit rumah yang terjual, pemerintah mendapatkan penerimaan negara dalam bentuk Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Balik Nama (BBN), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

"Contoh nyata saja, setiap ada perumahan baru, pasti ada aktifitas ekonomi baru seperti warung, ojek, atau rumah makan. Dari kajian internal kami, sektor perumahan ini bisa berdampak pada 174 sektor lainnya yang bernilai hingga Rp48,8 triliun," jelas Nixon dalam keterangannya, Senin (8/3/2021).

Menurut dia ada lagi 5 sektor yang mendapatkan manfaat terbesar dari ekspansi perumahan yakni perdagangan, jasa real estate, perdagangan mobil dan motor, jasa pendidikan pemerintah dan jasa keuangan perbankan.

"Dengan dampak berlipat ganda tersebut, peningkatan pada sektor lain juga dapat membantu mendongrak PDB [Produk Domestik Bruto] nasional."

Adapun, hingga 31 Desember 2020, Bank BTN tercatat menyalurkan 90,26% kreditnya ke sektor perumahan atau setara Rp234,78 triliun. Posisi tersebut naik dari porsi penyaluran kredit ke sektor perumahan per 31 Desember 2019 sebesar 89,72% atau senilai Rp 229,52 triliun.



Simak Video "Biar Cuan Investasi Properti Saat Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)