Jokowi Bisa 17 Agustusan di Ibu Kota Baru 2024

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 17 Mar 2021 14:22 WIB
Presiden Jokowi meninjau lokasi ibu kota negara yang baru di Penajam Paser Utara, Kaltim.
Foto: Presiden Jokowi saat meninjau lokasi ibu kota negara yang baru di Penajam Paser Utara, Kaltim. (Andhika-detikcom)
Jakarta -

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa melaksanakan peringatan HUT RI pada 17 Agustus 2024 di ibu kota negara baru, Kalimantan Timur (Kaltim).

"Tanggal 17 Agustus 2024 itu Presiden bisa melaksanakan, kita melaksanakan peringatan 17 Agustus di ibu kota negara yang baru," kata dia dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (17/3/2021).

Hal itu akan terlaksana jika semuanya berjalan sesuai rencana dan vaksinasi virus Corona (COVID-19) dapat mencapai kekebalan komunal (herd immunity). Proses vaksinasi saat ini sedang berlangsung.

"Kami sampaikan kepada Bapak Presiden mudah-mudahan kalau semuanya berjalan dengan baik dan vaksinasi ini benar-benar bisa mencapai herd immunity," sebutnya.

Sebelumnya, Suharso menerangkan ibu kota baru akan mengembangkan ekonomi regional sebesar 4-5 kali menjadi US$ 180 miliar. Wilayah ini juga akan menciptakan 4,3-4,8 juta lapangan pekerjaan di Kalimantan Timur tahun 2045.

Ibu kota baru juga akan jadi superhub. Setidaknya ibu kota baru akan memiliki 3 sifat sebagai superhub.

"Ibu Kota Negara sebagai superhub. Superhub IKN bersifat locally integrated, globally connecter, dan universally inspired,"kata Suharso dalam unggahannya di akun Instagram resminya, @suharsomonoarfa.

Pertama, superhub sebagai inspirasi universal yaitu superhub yang menjadi teladan sebagai kota yang hijau, berkelanjutan, dan bertaraf hidup tinggi di tengah tantangan perubahan iklim dengan menggunakan teknologi.

Kedua, superhub dan dunia yaitu superhub yang membantu menempatkan Indonesia di posisi yang lebih strategis dalam jalur perdagangan dunia, arus investasi dan inovasi teknologi.

Ketiga, superhub dan Indonesia yaitu superhub yang mengubah perekonomian Indonesia menjadi lebih inklusif melalui strategi Tiga Kota, dengan penggerak ekonomi bagi Kalimantan Timur dan pemicu untuk memperkuat rantai nilai domestik di seluruh Kawasan Timur Indonesia dan seluruh Indonesia.

Tonton juga Video: Sri Mulyani Sebut Anggaran Pendidikan Setara Bangun Ibu Kota Baru

[Gambas:Video 20detik]



(toy/ara)