Asyik! 879 Unit Rumah di Papua Barat Bakal Dibedah

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 25 Mar 2021 15:42 WIB
2750 Rumah Tidak Layak Huni Dibedah Jadi Homestay

Pekerja melakukan proses pembangunan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) Desa Pulisan, Kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Kementrian PUPR melalui Ditjen Perumahan melaksanakan Program Sarhunta yang merupakan rangkaian kegiatan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah untuk 2.750 unit rumah tidak layak huni agar bisa menjadi homestay yang menarik untuk mendukung pariwisata. 

Total rumah yang akan menjadi target Program Sarhunta berada di KSPN Danau Toba sebanyak 1.000 unit, Borobudur 350 unit, Mandalika 500 unit, Labuan Bajo 600 unit, dan Likupang 300 unit dengan anggaran sebesar Rp429,23 miliar.

Homestay yang dibangun memiliki tipe 36 dengan mengusung konsep ecovillage dan mengedepankan kearifan lokal.

Pembangunan Sarhunta dibagi menjadi dua yakni pertama, peningkatan kualitas rumah tidak layak huni menjadi layak huni sebagai Sarhunta serta peningkatan kualitas rumah tidak layak huni disepanjang koridor menuju lokasi pariwisata.

Foto : Agung Pambudhy/Detikcom
Ilustrasi bedah rumah/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) akan membedah 879 unit rumah tidak layak huni di Provinsi Papua Barat. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp 10,5 miliar untuk kegiatan yang masuk dalam Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tersebut.

"Pembangunan rumah layak huni akan terus kami laksanakan di Provinsi Papua Barat. Melalui pembangunan hunian tersebut, masyarakat bisa merasakan kehadiran negara dalam penyediaan tempat tinggal yang layak," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid dalam keterangan resminya yang diterima detikcom, Kamis (25/3/2021).

Dari data yang dimiliki Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2) Papua II, pelaksanaan Program BSPS di Provinsi Papua Barat itu akan disalurkan di 5 kabupaten dan 1 kota. Adapun lokasi penyalurannya berada di Kabupaten Sorong Selatan (172 unit), Kabupaten Maybrat (311 unit), Kabupaten Sorong (158 unit), Kabupaten Teluk Wondama (50 unit), Kabupaten Raja Ampat (112 unit) dan Kota Sorong (76 unit).

Lebih lanjut, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2) Papua II Yance Pabisa menerangkan, setiap rumah tidak layak huni akan mendapatkan bantuan sesuai dengan kondisi lingkungan tempat tinggalnya.

Adapun jumlah bantuan dana Program BSPS yang akan disalurkan untuk rumah tidak layak huni yang berada di wilayah perkotaan sebesar Rp 23 juta, sedangkan RTLH yang ada di wilayah pegunungan sebesar Rp 40 juta.

"Total dana Program BSPS yang akan kami salurkan sebesar Rp 10,5 miliar. Dana Program BSPS tersebut tidak diberikan tunai kepada penerima bantuan dan hanya bisa digunakan untuk modal belanja material dan upah tukang," terangnya.

Tonton juga Video: Tukang Urut Ini Tak Sangka Rumahnya Dibedah Polres Jaksel

[Gambas:Video 20detik]



(hns/hns)