Lengkap! Ini Detail Desain Garuda Istana Negara Beserta Isinya

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 01 Apr 2021 17:38 WIB
Konsep Desain Istana Ibu Kota Negara
Foto: Konsep Desain Istana Ibu Kota Negara (Istimewa/Instagram Nyoman Nuarta)
Jakarta -

Istana Negara di Ibu Kota Baru, Kalimantan Timur yang berbentuk Burung Garuda kabarnya bakal berdiri di atas lahan seluas 32 hektar. Kawasan inti Istana Negara itu seluas 4 hektar, berisi bangunan inti saja yang berbentuk Burung Garuda dengan tinggi 9 lantai.

Demikian bocoran dari seniman asal Bali Nyoman Nuarta yang desainnya dipilih jadi desain Istana Negara di Ibu Kota Baru.

Selain bangunan inti, di dalam kawasan Istana Negara akan terdapat Plaza Nusantara seluas 10 hektar, yang akan meliputi area rekreasi, area duduk outdoor, jogging trek, jalur pejalan kaki, serta jalur buggy. Bahkan dirancang pula amphiteather serta wilayah terbuka di mana rakyat bisa mengaksesnya secara bebas.

Pada bagian-bagian lain dari Istana Negara akan diisi dengan museum dan galeri. Dirancang pula pameran-pameran untuk memperlihatkan karya-karya dari UMKM.

"Ini kan jadi kebanggaan negara kita," ujar Nyoman dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikcom, Kamis (1/4/2021).

Secara teknologis, Istana Negara akan menggunakan teknologi pembuatan patung yang telah dipatenkan. Sosok Garuda dalam Istana Negara akan dibangun dari kerangka baja, serta cangkang dari tembaga dan kuningan. Kedua logam terakhir ini akan mengalami proses oksidasi sehingga perlahan-lahan akan berwarna hijau tosca, sebagaimana pula terdapat dalam patung GWK di Bali.

Sosok burung Garuda yang menjadi inti dari arsitektur Istana Negara, kata Nyoman, akan mengikuti pola-pola sebagaimana telah ditetapkan oleh para founding fathers Indonesia di masa lalu.

Sayap Garuda akan membentang sejauh 200 meter dengan tinggi mencapai 76 meter. Bulu-bulu pada masing-masing sayap Garuda akan berjumlah 17 helai, 8 helai pada bagian ekor, 19 helai pada pangkal ekor, serta 45 helai bulu pada bagian leher.

Oleh sebab itu, Garuda pada Istana Negara akan mewujudkan tanggal 17-8-1945, ketika rakyat Indonesia melalui Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan negara Indonesia.

Angka 76 meter, tak lain sebagai pengingat bahwa ground breaking yang menandai dimulainya pembangunan Istana Negara dilakukan saat Indonesia menapaki usia 76 tahun.

Perwujudan itu dilakukan untuk terus menerus membangun kesadaran bahwa Istana berbentuk burung Garuda adalah pencapaian cita-cita bangsa menjadi bangsa yang merdeka dan mandiri, dan kemerdekaan itu dicapai dengan perjuangan dan pengorbanan harta benda dan nyawa.

"Maka, ketika kini kita memandang Istana Negara, akan tumbuh kebanggaan sebagai bangsa yang besar, teguh, dan kuat menghadapi segenap tantangan di depan," kata Nyoman.

Nyoman pun menjelaskan alasannya memilih bentuk Burung Garuda sebagai rancangan bangunan inti Istana Negara. Ia berharap Istana Negara dengan arsitektur inti patung Garuda itu bisa tumbuh menjadi ikon baru, yang tidak hanya menjadi tempat presiden berkantor dan melakukan aktivitasnya sehari-hari, tetapi lahir menjadi magnet baru bagi dunia pariwisata.

Menurut Nyoman, Pulau Kalimatan nyaris senantiasa tenggelam dalam perbincangan industri traveling, jika dibandingkandengan daerah-daerah lain seperti Bali, Lombok, Yogyakarta, dan bahkan Raja Ampat. Pulau yang memiliki luas 743.330 kilometer persegi ini lebih dikenal sebagai pulau penghasil tambang setelah era kayu hutan berakhir. Tanah dan rimba di pulau ini, senantiasa dikeruk untuk memenuhi hasrat ekonomi manusia.

Pulau ini, sambungnya, tidak pernah dilihat sebagai pulau dengan eksotika kultural, yang sesungguhnya menjadi modal penting dalam pengembaraan industri pariwisata.

"Citra Kalimantan yang lekat dengan tambang dan hutan, harus diperbaiki dengan menyodorkan sebuah ikon baru yang memadukan antara seni, sains, dan teknologi. Istana Negara akan dengan cita rasa estetik sebuah karya seni, dengan penggunaan sains, serta teknologi dalam mewujudkannya," ujar Nyoman.

Cita rasa estetik dipergunakan sebagai framing, yang membangun citra keindahan, keteduhan, kedamaian, serta persaudaraan dalam perbedaan. Sedangkan sebagai sebuah karya seni arsitektural, maka seluruh kalkulasi perwujudannya menerapkan dalil-dalil sains untuk menemukan unsur-unsur presisi, daya tahan dan kekuatan.

Seluruhnya akan dibangun dengan menggunakan teknologi pembesaran yang telah teruji dalam berbagai kesempatan pembangunan patung gigantis.

Secara konsep dan bentuk, patung Istana Garuda akan menjadi istana Presiden pertama di dunia yang dibangun sebagai sebuah karya seni. Konsep ini akan mengedepankan estetika sebagai pijakan dasar, sebelum kemudian menerapkan dalil-dalil arsitektural untuk mewujudkannya menjadi sebuah building, yang layak, nyaman, mempertimbangkan soal-soal lingkungan, dan pantas sebagai sebuah simbol negara besar.

Dengan penerapan pola-pola semacam itu, diharapkan Istana Negara di Kalimantan Timur, secara perlahan akan tumbuh menjadi daya tarik baru bagi dunia pariwisata.

"Dengan demikian, Istana Negara akan berdiri di garda paling depan untuk mengubah citra sebuah pulau terbengkalai, yang selama ini seolah tak disentuh oleh pembangunan. Jadi intinya tak hanya pemerataan, tetapi juga mendayagunakan lokasi yang dilupakan menjadi daya tarik baru," ungkapnya.



Simak Video "Kata Jokowi Soal Pradesain Garuda Istana Negara di Ibu Kota Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)