Ratusan Rumah Korban Badai Siklon Seroja di Kupang Dapat Bantuan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 08 Apr 2021 18:24 WIB
Seorang warga melihat atap rumahnya yang jatuh akibat diterjang angin kencang di Kota Kupang, NTT, Senin (5/4/2021). BMKG menyebutkan angin kencang dengan kecepatan 45 knot per jam yang terjadi sejak Minggu (4/4) hingga Senin (5/4) tersebut menghancurkan ribuan rumah, menumbangkan sejumlah pohon sehingga mengakibatkan kota Kupang lumpuh total hingga sore ini. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/wsj.
Foto: dok. Bank BTN
Jakarta -

Ratusan rumah yang terdampak badai siklon seroja di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapatkan bantuan material dan bahan bangunan untuk perbaikan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyalurkan bantuan untuk perbaikan lebih dari 150 rumah.

Corporate Secretary BTN Ari Kurniaman mengungkapkan perseroan telah memetakan rumah-rumah di Kupang yang mengalami kerusakan parah akibat terpaan siklon seroja. Perseroan mencatat ada lebih dari 150 unit rumah di 18 proyek perumahan yang dibiayai Bank BTN yang atapnya rusak bahkan hilang diterjang badai ini.

"Kami berharap bantuan kami dapat membantu masyarakat terdampak memperbaiki hunian mereka sehingga bisa kembali tinggal di rumah dengan nyaman dan aman," kata dia dalam keterangan resmi, Kamis (8/4/2021).

Dia menyebutkan, bantuan tersebut dikhususkan bagi rumah yang dimiliki nelayan, buruh, dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Nilai bantuan disebutkan mencapai lebih dari Rp 200 juta.

Sementara itu, menurut Ari, selain memberikan bantuan material, BTN juga menyalurkan obat-obatan dan sembako. Bantuan sembako tersebut diserahkan ke Kupang, Adonara, dan Larantuka.

"Tanggap bencana merupakan fokus program CSR [Corporate Social Responsibility] kami, sehingga kami selalu berupaya cepat dan tepat sasaran dalam menyalurkan bantuan bagi para korban," tambah dia.

Seperti diketahui, wilayah NTT ditimpa bencana akibat badai siklon Seroja pada Jumat (2/4) hingga Senin (5/4). Akibat hujan angin tersebut, banyak infrastruktur dan bangunan rusak di berbagai daerah. Hujan lebat yang disertai angin kencang tersebut pun memicu banjir bandang yang melanda Adonara, Flores Timur.

(kil/ara)