Ini Dia Lokasi Bukit Algoritma, Proyek 'Silicon Valley'-nya RI

Syahdan Alamsyah - detikFinance
Selasa, 13 Apr 2021 14:34 WIB
Sukabumi -

Proyek Bukit Algoritma yang disebut bakal jadi Silicon Valley-nya Indonesia berada di kawasan perkebunan sawit di wilayah Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Dari 888 hektar lahan yang akan dibangun memang berada di kawasan perkebunan Pasir Langkap, Cilentab dan Kubang.

Area yang berada di kawasan ekonomi khusus (KEK) untuk pengembangan teknologi dan industri 4.0 tersebut telah melalui proses penandatangan antara Direktur Utama Amarta Karya Nikolas Agung, Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko, dan Direktur Utama PT Bintang Raya Lokalestari Dhanny Handoko.

"Lahan seluas 888 hektar (berada) kemungkinan di area perkebunan Pasir Langkap, Cilentab dan Kubang. Dari 12 desa di Kecamatan Cikidang, kemungkinan ada dua desa yang akan masuk ke wilayah itu antaranta Desa Tamansari, Cicareuh dan bisa jadi juga Desa Bumisari dan Pangkalan," kata Purnawan, Staf Kasi Pemerintahan Kecamatan Cikidang, Selasa (13/4/2021).

Purnawan menceritakan, Dhanny Handoko selaku Direktur Utama PT Bintang Raya Lokalestari, salah satu perusahaan yang terlibat menggarap proyek Bukit Algoritma bukanlah orang baru di kawasan Cikidang. Status perusahaan itu memang aktif menggarap kawasan perkebunan.

"Perusahaan itu (bergerak) perkebunan, statusnya HGU yang punya (lahan) pak Budi Handoko lalu dikelola oleh putranya Dhanny Handoko. Kalau tidak salah sekitar tahun 2012 dikelola awalnya bergerak di teh dan karet, kalau sekarang berubah jadi sawit dan rumah kebun (villa)," lanjut Purnawan.

Untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sendiri sudah melalui tahapan survey sejak tahun 2017, saat itu Gubernur Jawa Barat masih dijabat oleh Ahmad Heryawan.

"Kalau dulu 2017 pak gubernur datang kesini, digadang-gadang untuk KEK itu. Dulu pernah survey, ramai-ramai gubernur dinas perhubungan ramai," cerita Purnawan.

Lokasi proyek Bukit Algoritma, 'Silicon Valley'-nya IndonesiaLokasi proyek Bukit Algoritma, 'Silicon Valley'-nya Indonesia Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom: Lokasi proyek Bukit Algoritma, 'Silicon Valley'-nya Indonesia

Sebelumnya, PT Amarta Karya (Persero) atau Amka baru saja menekan kontrak pekerjaan pengembangan rencana kawasan ekonomi khusus (KEK) pengembangan teknologi dan industri 4.0 tersebut. Penandatangan dilakukan oleh Direktur Utama Amarta Karya Nikolas Agung, Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko, dan Direktur Utama PT Bintang Raya Lokalestari Dhanny Handoko, Rabu lalu (7/4/2021).

Nikolas mengatakan proyek ini akan dibangun di lahan seluas 888 hektare di Cikidang dan Cibadak Sukabumi. Amarta Karya bertindak sebagai mitra yang membangun Bukit Algoritma.

Untuk tahap awal pembangunan Bukit Algoritma selama tiga tahun ke depan, nilai total proyek diperkirakan bakal menghabiskan 1 miliar euro atau setara dengan Rp 17 triliun.

Dana sebesar itu digunakan antara lain untuk peningkatan kualitas ekonomi 4.0, peningkatan pendidikan dan penciptaan pusat riset dan development sampai meningkatkan sektor pariwisata di kawasan tersebut.

"Pengembangan KEK Sukabumi diharapkan mampu meningkatkan infrastruktur pertumbuhan yang tangguh berkelanjutan dan mewujudkan pembangunan SDM berbasis iptek yang merupakan salah satu alat dukung penuh pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/4/2021).

(hns/hns)