Membandingkan 'Silicon Valley' RI dengan yang Asli, Apa Bedanya?

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 14 Apr 2021 14:40 WIB
Bukit Algoritma disebut bakal menjadi Silicon Valley-nya Indonesia. Area ini ada di kawasan ekonomi khusus untuk pengembangan teknologi dan industri 4.0.
Foto: Syahdan Alamsyah/Detikcom

Menurutnya anak-anak Indonesia yang lulusan Silicon Valley juga sudah berminat untuk ikut berpartisipasi dalam Bukit Algoritma.

Lalu Silicon Valley juga dikelilingi perusahaan-perusahaan yang siap menampung hasil risetnya. Nah di Bukit Algoritma menurutnya pihak yang menampung hasil riset adalah desa.

Menurutnya saat ini desa sangat membutuhkan teknologi pertanian, perikanan hingga penerapan IT. Oleh karena itu Bukit Algoritma bisa menjadi tempat untuk memproduksi inovasi yang dibutuhkan desa tersebut. Apalagi saat ini desa diberikan dana desa untuk perkembangan di daerahnya.

"Dengan adanya dana desa, kan desa punya daya beli. Bukan cuma daya beli produk inovasinya, bahkan kira rasang desa-desa untuk berinvestasi juga mengembangkan lembaga riset. Kita mau buat menara bumdes di sini, tepat dimana R&D dari perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh bumdes," tambahnya.

Untuk urusan riset, Budiman menegaskan bahwa Bukit Algoritma telah menggandeng beberapa universitas baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk dalam negeri ada IPB, ITB dan Unpad yang diakuinya sudah melakukan MoU. Para universitas itu akan diberikan lahan masing-masing 25 ha.

"Jadi kita bahkan juga sudah MoU dengan IPB, ITB dan Unpad. Masing-masing kampus kita kasih 25 ha. Selama ini mereka belum bisa jalan karena belum ada kegiatan, tapi dengan adanya investasi mereka bersedia," ucapnya.

Tak hanya itu, menurut Budiman, Bukit Algoritma juga akan dilengkapi dengan hotel, resort, laboratorium, sungai dan danau buatan. Bahkan menurutnya juga akan ada tempat belanja. "Jadi akan seperti kota," tutupnya.


(das/zlf)