Pegawai Kontrak-Outsourcing Mau Ambil KPR? Gaji Maksimal Harus Rp 8 Juta

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 23 Apr 2021 10:58 WIB
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berhasil memenuhi komitmennya dari tanggal 25 Juni hingga 25 September 2020 telah menyalurkan kredit dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang ditempatkan di BTN sebesar Rp 5 Triliun berlipat tiga kali menjadi Rp 16,35 triliun.
Foto: dok. Bank BTN
Jakarta -

Pegawai kontrak dan outsourcing bisa memiliki rumah dengan skema kredit yang murah dan mudah. Kredit pemilikan rumah (KPR) ini difasilitasi oleh PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

BTN menjalin kemitraan untuk penyaluran pembiayaan perumahan dengan menggandeng Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI) yang merupakan perkumpulan yang beranggotakan perusahaan yang bergerak di bidang outsourcing atau karyawan kontrak.

Direktur Consumer & Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar mengungkapkan perseroan fokus melakukan inovasi dan kemitraan agar masyarakat Indonesia bisa memiliki rumah. Termasuk masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Beberapa produk yang dapat dimanfaatkan, yakni KPR Fasilitas Pembiayaan Perumahan (FLPP) BTN dan KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Untuk KPR FLPP, fasilitas yang bisa dinikmati yakni uang muka mulai 1%, jangka waktu kredit hingga 20 tahun, subsidi bantuan uang muka senilai Rp 4 juta, suku bunga mulai 5%. Untuk KPR BP2BT, tenaga alih daya bisa memperoleh dana bantuan uang muka hingga Rp 40 juta dengan suku bunga mulai 10%.

Fasilitas KPR Subsidi itu dapat dinikmati oleh karyawan outsourcing dengan penghasilan maksimal Rp 8 juta. "Dengan skema tersebut, para karyawan outsourcing bisa memiliki rumah dengan cicilan berkisar Rp 1 juta - Rp 1,5 juta," terang Hirwandi.

Lanjut halaman berikutnya.