Dikritik 5 Asosiasi Arsitek, Desainer Istana Ibu Kota Baru Bilang Begini

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 24 Apr 2021 21:00 WIB
Desainer Istana Ibu Kota Baru
Foto: Vadhia Lidyana

Di sisi lain, desain yang ia buat sudah melalui proses sayembara. Oleh sebab itu, ia mempertanyakan maksud dari kritik yang disampaikan 5 asosiasi arsitek tersebut.

"Masa terus melawan saya, harus banyak asosiasi? Terus ini penginnya seperti apa? Kok gayanya seperti ormas ini? Hak apa dia bisa mengadili, mengatakan ini jelek ini bagus? Apakah politik, atau betul-betul masalah estetika? Dan ingat lho, tim basic desain ini pimpinannya orang ahli, dia memegang SKA yg utama. Lainnya itu madya, madya, madya. Saya kan cuma penggagas doang," tegas Nyoman.
Sama seperti rancangan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang dibuatnya, ia memastikan rancangan Istana Presiden ini sudah memastikan segala aspek karena ia berkolaborasi dengan ahli-ahli di bidang terkait.

"Saya sudah biasa berkolaborasi. Arsitek pun yang mendesain pasti dia berkolaborasi. Nggak mungkin," imbuhnya.

"Tapi proyek kayak begini ya nggak berani. Maka dari itu kalau ada kejadian apa-apa, terhadap GWK contohnya, nggak bisa mereka menyalahkan saya. Ahli gempa sudah ada, yang mengerjakan punya ISO. Lalu sudah tes terowongan angin ke Kanada untuk 100 tahun. Penguatannya perlu dikuatkan pada sayap, kita lakukan, dan semua punya license. Kita sudah melengkapi itu," sambung Nyoman.

Perlu diketahui, Nyoman adalah sosok di balik patung GWK yang telah dibangun sejak tahun 1990. Saat ini, Nyoman sedang fokus mempersiapkan pameran di China yang telah tertunda karena pandemi COVID-19. Pameran itu bertajuk Road to Beijing.

Ada 15 patung yang ia pamerkan di Beijing, China melalui Linda Gallery. Nyoman mengatakan, dirinya membuat karya-karya yang terinspirasi dari budaya Indonesia, misalnya patung yang ia namakan Borobudur VI. Karya-karya yang akan dipamerkan di Beijing juga menyesuaikan budaya Asia, khususnya China.

"Yang kita bawa ke sana, tentu karya-karya saya yang terakhir, ada yang sudah di sana. Ada yang besar-besar, tepaksa disimpan dulu di gudangnya Linda Gallery untuk nanti melihat redanya pandemi ini. Ada 15 karya yang cukup besar, di Singapura juga ada 15," papar Nyoman.

Nyoman dikenal dengan ciri khasnya membuat patung berbahan dasar logam. Hingga saat ini, belum dipastikan kapan pemerannya bisa terlaksana. Namun, ia berharap pandemi segera usai, sehingga bisa dilaksanakan tahun depan.

"Karya-karya sudah siap semua, tinggal pelaksanaannya. Tetapi karena pandemi kita tunda. Semoga tahun depan bisa terlaksana," tutup Nyoman.


(vdl/fdl)