Masjid Hadiah Pangeran Arab di Solo Dibuka Agustus 2022

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 27 Apr 2021 15:14 WIB
Masjid hadiah dari Pangeran Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan untuk Presiden Joko Widodo resmi dibangun di Solo, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (6/3/2021)
Foto: Istimewa/Humas Pemkot Solo
Jakarta -

PT Waskita Karya (Persero) Tbk atau WSKT telah meneken kontrak pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Pembangunan masjid yang akan menjadi replika dari Sheikh Zayed Mosque di Abu Dhabi ini akan memakan waktu selama 15 bulan dan akan selesai pada akhir bulan Agustus 2022.

Masjid tersebut merupakan hadiah Pangeran Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan untuk Presiden Joko Widodo.

"Desain masjid ini mirip Grand Mosque di Abu Dhabi, Ibu Kota UEA dengan kapasitas 12.000 jamaah," kata Director of Operation I Waskita, I Ketut Pasek Senjaya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/4/2021).

Bangunan utama dari masjid tersebut memiliki luas bangunan 8.400 m2 dengan kapasitas daya tampung hingga 12.000 jamaah. Kemudian, memiliki luas area lanskap 24.600 m2 yang berfungsi sebagai lahan hijau, sedangkan area parkir dan jalan seluas 3.500 m2 untuk jalan kendaraan serta area parkir bus, mobil, dan motor.

Di proyek ini, Waskita akan melaksanakan 9 lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan persiapan, struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal, elektronik, special lighting, lanskap dan furnitur. Dengan empat menara menjulang, satu kubah utama, dikelilingi kubah-kubah kecil dan ornamen bangunan Timur Tengah.

Masjid yang dibangun dengan hibah penuh dari UEA ini kelak bukan hanya menjadi tempat ibadah, pusat kegiatan dakwah, sosial, dan pembinaan umat, melainkan juga bakal menjadi destinasi wisata religi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesucian masjid.

Masjid Sheikh Zayed Solo ini pun mempunyai seni arsitektur Islam modern dan merupakan simbol persahabatan antara UEA dan Indonesia, menjadi menara Islam di Nusantara sekaligus simbol bagi moderasi dalam beragama.

Penandatanganan kontrak proyek tersebut menjadi kelanjutan perbaikan kinerja Waskita. Sebelumnya, Waskita melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR) melaksanakan
penandatanganan jual beli 30% saham di PT Jasamarga Kualanamu Tol (JMKT) yang merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dengan Kings Ring Ltd bernilai transaksi sebesar Rp 824 miliar.

(dna/dna)