Insentif Diskon Pajak Bakal Dorong Penjualan Rumah Rp 500 Jutaan

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 28 Apr 2021 16:35 WIB
Arsitek mengecek fisik bangunan di perumahan bersubsidi tipe 21 Graha Sejahtera Tempel, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (18/2).  

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja sama menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi dengan skema bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT).
Ilustrasi Foto: Agung Mardika
Jakarta -

Pemerintah menerbitkan serangkaian insentif untuk mendorong pertumbuhan industri properti tanah air. Salah satunya adalah insentif bebas pajak.

Insentif berupa pajak pertambahan nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah hingga Agustus nanti dipastikan akan memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan properti. Menurut Analis Jada Utama Kapital Sekuritas Chris Aprilliony, properti di koridor barat ibukota memiliki tren peningkatan penjualan.

Hal ini lantaran segmen menengah yang terus bertumbuh dengan adanya pasokan produk baru. Chris meyakini pada tahun ini industri properti akan semakin bergairah di semester kedua yang akan berdampak juga pada peningkatan pendapatan emiten-emiten properti.

Senada dengan Chris, CEO Property Excelent & Advisory F. Rach Suherman menilai selama ini ceruk pasar dengan permintaan tinggi berada di segmen Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar.

"Segmen di atas Rp 500 juta yang cukup besar" kata Suherman dalam keterangan tertulis, Rabu (28/4/2021).

Suherman menilai, pada semester kedua industri properti nasional akan semakin bertumbuh karena masyarakat sudah memiliki daya beli dengan dukungan insentif dari pemerintah berupa PPN. Dia pun memperkirakan permintaan produk-produk properti di koridor barat ibukota akan melesat lebih cepat dibandingkan koridor timur ibu kota.

PT Lippo Karawaci, Tbk (LPKR) yakin tahun ini menjadi tahun yang baik untuk sektor properti. Meskipun masih di tengah-tengah situasi pandemi COVID-19, LPKR yakin permintaan masyarakat untuk membeli rumah perdana sangat baik.

Hasil dari penjualan tahun lalu dan juga awal tahun ini, LPKR melihat demand terbesar adalah untuk rumah tapak.

"Di tahun ini kami memproyeksikan pertumbuhan kami 30% dibandingkan tahun 2020," kata CEO LPKR John Riady.

Pada kuartal I-2021, LPKR membukukan marketing sales Rp 1,31 triliun, melesat 86% year-on-year (yoy) dibandingkan Rp 703 miliar pada kuartal I-2020. Penjualan pada kuartal I-2021 didorong oleh klaster rumah tapak segmen kelas menengah yang mewakili 63% dari total penjualan.

Lebih dari 50,6% marketing sales di kuartal I-2021 dicapai LPKR melalui peluncuran proyek perumahan tapak Cendana Icon di Lippo Village, yang merupakan penjualan tertinggi LPKR dalam 1 hari selama lebih dari 20 tahun.

Menurut John, permintaan properti terbesar berasal dari rumah tapak dengan harga di bawah Rp 2 miliar, di mana pembelinya sekitar 80% merupakan pasar perdana. Sekitar 60% pembeli tersebut menggunakan KPR.



Simak Video "Syarat Lengkap Diskon PPN Rumah dan Rusun Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)