Kemenkeu Buka-bukaan soal Gedung & Vila Keluarga Cendana yang Disita

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 30 Apr 2021 23:07 WIB
Gedung Graha Dana Abadi (Granadi), Jl Rasuna Said,  Jakarta
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membeberkan kabar terkini pengambilalihan dua aset milik keluarga mantan Presiden Soeharto atau biasa disebut Keluarga Cendana. Dua aset itu adalah Gedung Granadi dan Vila di Megamendung.

Direktur Hukum dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu, Tri Wahyuningsih mengatakan proses penyitaan kedua aset itu masih berjalan. Penyitaan dilakukan Kejaksaan Agung.

"Pemerintah melakukan pengambilalihan, tapi yang melakukan adalah Jaksa Agung dengan mekanisme sita eksekusi," katanya dalam bincang bareng bertajuk 'Dukungan Aset Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dan Perekonomian Nasional', Jumat (30/4/2021).

Saat ini dua aset milik Keluarga Cendana masih ditangani Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan Pengadilan Negeri Cibinong.

Setelah prosesnya selesai, nantinya pengelolaan aset baru dipegang oleh Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Selanjutnya status aset tersebut menjadi Barang Milik Negara (BMN).

"Jadi kalau itu sudah (selesai) prosesnya, baru nanti akan dikelola DJKN," ujar Tri.

Sebagai informasi, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah menyita aset Yayasan Supersemar pada 2018 berupa Gedung Granadi di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Selain itu, PN Jaksel juga menyita vila milik Yayasan Supersemar di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Penyitaan tersebut dilakukan guna menjalankan putusan Mahkamah Agung atas gugatan Kejaksaan Agung terhadap yayasan milik Keluarga Cendana yang telah terbukti menyelewengkan duit negara untuk pendidikan.

(aid/hns)

Tag Terpopuler