Manfaatkan Insentif Pemerintah, Beli Apartemen Bisa Lebih Murah

- detikFinance
Senin, 17 Mei 2021 13:42 WIB
Ilustrasi Kamar Apartemen
Foto: Ilustrasi Kamar Apartemen (Istimewa)
Jakarta -

Sektor properti oleh pemerintah telah dijadikan lokomotif perekonomian nasional karena ada 174 industri yang akan ikut bergerak saat sektor properti bergerak. Karena itu berbagai regulasi maupun stimulus banyak dikeluarkan untuk terus mendorong peningkatan transaksi bisnis di sektor ini.

Insentif paling besar yang dikeluarkan pemerintah saat pandemi COVID-19 yaitu pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen untuk produk jadi (ready stock) seharga maksimal Rp2 miliar. Hal ini tentunya menjadi angin segar untuk masyarakat menyegerakan pembelian produk propertinya.

Salah satu pilihan produk properti yang bisa mendapatkan fasilitas pembebasan PPN yaitu LRT City Sentul hasil pengembangan PT Adhi Commuter Properti (ADCP), anak usaha BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Insentif pembebasan PPN ini juga disertakan dengan berbagai promo dan kemudahan sehingga akses terhadap produk ini menjadi lebih mudah lagi.

Menurut Annisa Rizky Fadillah, Project Marketing Manager LRT City Sentul, untuk memaksimalkan insentif pembebasan PPN yang diberlakukan hingga Agustus 2021, ADCP menyiapkan 100 unit apartemen LRT City Sentul yang bisa diakses dengan lebih mudah. Jadi yang akan didapatkan konsumen pasti lebih dari insentif PPN 10 persen itu.

"Unit terkecil kami tipe studio (22 m2) harganya Rp433 juta hingga yang terbesar (50 m2) Rp1 miliar. Dari insentif PPN harganya menjadi lebih murah Rp40 jutaan dan kami tambah lagi dengan subsidi uang muka lima persen senilai Rp20 jutaan ditambah dengan subsidi bunga sehingga cicilannya bisa mulai Rp3 jutaan. Informasi lebih jelasnya bisa dilihat di Instagram @lrtcitysentul.id," ujarnya.

ADCP memberikan subsidi bunga sebesar dua persen hingga tahun ketiga sehingga konsumen merasakan bunga pasar (floating) baru pada tahun keempat. Saat ini LRT City Sentul tengah mengerjakan proses finishing untuk tower pertamanya (34 lantai) sebanyak 1.626 unit dan fasilitas komersial Mal The Boutique Walk (Mal B-Walk) yang akan diserahterimakan dan beroperasi pada tahun ini. Hal ini juga menjadi kesempatan khususnya para tenant yang ingin bergabung di Mal B-Walk dan mendapatkan potensi traffict besar dari penghuni maupun aktivitas di Stasiun LRT.

Masyarakat juga bisa mendapatkan experience langsung di site proyek dan bisa menikmati fasilitas yang sudah ada yaitu area kuliner Padi Emas dan edupark Taman Kupu-kupu sambil membayangkan kemudahan mobilitas dari tempat ini karena integrasi dengan Stasiun LRT (0 km).

Potensi kawasannya juga masih akan berkembang karena Pemerintah Kabupaten Bogor akan mengembangkan tujuh kawasan CBD baru di Cibinong, Babakan Madang, Sukaraja, Citereup, Bojonggede, Tajurhalang, dan Kemang. Sentul sendiri masuk ke dalam wilayah Babakan Madang. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai potensi kawasannya bisa dilihat di www.lrtcitysentul.com.

Potensi lainnya dari dukungan pembangunan infratsruktur di wilayah ini yang akan membuat aksesibilitas kawasan semakin lancar. Tahun ini pemerintah telah dan akan meresmikan 19 ruas tol baru sepanjang 427 km yang salah satunya bersinggungan dengan kawasan Sentul dan akan tersambung ke tol BORR, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, hingga tol ke Bandara Soekarno Hatta.

Infrastruktur dan berbagai perkembangan kawasan ini telah membuat kawasan ini menjadi kawasan new gate of Sentul dan merupakan salah satu sunrise property untuk jangka panjang. Terlebih pengembangan LRT City Sentul masih akan terus berlanjut hingga sembilan tower apartemen, perkantoran, rumah sakit, kampus, Royal Boutique Hotel, dan sebagainya.

"Hingga saat ini unit apartemen kami masih mencatatkan kenaikan harga yang cukup baik mencapai 3-5 persen dibandingkan tahun lalu. Berbagai promo dan insentif PPN ini juga telah meningkatkan penjualan dari 100 unit yang kami pasarkan sudah terserap sebanyak 39 unit dalam waktu yang cukup singkat," beber Annisa

(dna/dna)