Wow! Penjualan Rumah Melesat 14%, Harganya Gimana?

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 27 Mei 2021 14:02 WIB
Bank Indonesia (BI) siap mengeluarkan ketentuan baru Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA), termasuk besaran loan to value atau uang muka. Hal tersebut merupakan dampak dari naiknya BI Rate.
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mengumumkan penjualan properti residensial di tanah air meningkat pada kuartal I-2021. Hal tersebut tertuang dari Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang dilakukan bank sentral.

Berdasarkan hasil SHPR Bank Indonesia yang dikutip, Senin (27/5/2021), penjualan properti residensial tumbuh 13,95% atau hampir 14% secara tahunan (YoY) dibandingkan kuartal sebelumnya yang terkontraksi 20,59%.

"Peningkatan penjualan properti residensial tersebut terjadi pada seluruh tipe rumah," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono.

Dari sisi harga, hasil survei mengindikasikan harga properti residensial tumbuh terbatas pada kuartal I-2021. Perkembangan ini tercermin dari pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada tiga bulan pertama di tahun ini yang tercatat sebesar 1,35% secara tahunan (YoY), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 1,43% (yoy).

Adapun, harga properti residensial primer diperkirakan masih tumbuh terbatas pada kuartal II-2021 sebesar 1,10% (YoY).

Berdasarkan sumber pembiayaan, hasil survei menunjukkan pengembang masih mengandalkan sumber dari non perbankan untuk pembiayaan pembangunan properti residensial. Pada triwulan I-2021, pembiayaan pembangunan properti yang bersumber dari dana internal pengembang mencapai 65,45% dari total kebutuhan modal.

Dari sisi konsumen, fasilitas KPR menjadi preferensi utama sumber pembiayaan dalam pembelian properti residensial dengan pangsa mencapai 73,67% dari total pembiayaan.

Simak juga 'Tantangan Dalam Berekspansi Investasi Properti':

[Gambas:Video 20detik]



(hek/ara)