Santri Bisa Jualan Rumah, Bagaimana Caranya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 08 Jun 2021 20:45 WIB
Bisnis properti di Tangerang mulai bergeliat di tengah pandemi. Para pengembang optimistis sektor properti mendapatkan momentum perbaikan.
Foto: Istimewa
Jakarta -

Para santri dibidik untuk berwirausaha terutama untuk di sektor perumahan. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menggelar program BTN Santri Developer yang bekerja sama dengan Perkumpulan Masyarakat Profesional Nahsdliyin (Nusantara Utama Cita/ NU Circle).

Program ini diharapkan bisa mencetak developer yang berasal dari kalangan santri. Wakil Menteri BUMN Pahala Mansyuri mengungkapkan pengembangan developer di pesantren ini merupakan inisiatif yang sangat baik.

Dia menyebutkan rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar, namun masih cukup banyak masyarakat di Indonesia yang belum bisa memiliki rumah saat ini. Hadirnya developer-developer dari pesantren khususnya yang berasal dari para santri merupakan satu inisiatif yang diharapkan dapat ditingkatkan ke depannya.

Untuk itu, ke depannya insiatif ini dapat terus dijalankan oleh Bank BTN bersama-sama NU Circle. "Jadi tentunya penyediaan rumah merupakan salah satu kebutuhan mendasar, di sisi lain di Indonesia kita ketahui pengembangan dari wirausahawan merupakan salah satu kebutuhan yang perlu terus ditingkatkan," kata dia dalam siaran pers, Selasa (8/6/2021).

Pahala menjelaskan dengan pandemi COVID-19 ini masyarakat diharuskan menjaga jarak atau social distancing menimbulkan kebutuhan masyarakat yang lebih besar lagi mengenai makna dari rumah. Sehingga hal ini menjadi tantangan bagi para pelaku usaha perumahan agar masyarakat Indonesia bisa memiliki hunian yang sehat dan juga bisa terhubung secara digital.

"Karena seperti yang kita ketahui saat ini hampir tidak ada kegiatan yang tidak bisa dilakukan secara digital termasuk juga webinar, pengembangan bisnis dan lain-lain sebagainya," katanya.

Pahala menuturkan, pelatihan kewirausahaan di Indonesia perlu didorong lebih intensif. Pasalnya, dibandingkan dengan negara-negara lain, Indonesia masih merupakan negara yang tingkat kewirausahaannya masih relatif rendah sekitar 4% dibandingkan total jumlah penduduk.

"Singapura jumlah wirausahanya sudah mendekati angka kisaran 10%, dibandingkan dengan negara-negara lain tentunya Indonesia membutuhkan peningkatan yang sangat sigifikan, karena semua sektor untuk bisa dikembangkan tentunya membutuhkan adanya para wirausaha-wirausahawan yang nantinya akan menjadi para pemegang atau motor dengan investasi di masing-masing negara," katanya.