Santri Bisa Jualan Rumah, Bagaimana Caranya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 08 Jun 2021 20:45 WIB
Bisnis properti di Tangerang mulai bergeliat di tengah pandemi. Para pengembang optimistis sektor properti mendapatkan momentum perbaikan.
Foto: Istimewa

Peningkatan jumlah wirausaha, lanjut Pahala, sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo, yang ke depannya Indonesia diharapkan bisa memiliki total jumlah wirausahanya bisa mendekati angka sekitar 14%. Upaya ini tentu perlu dorongan banyak pihak, salah satunya BUMN.

"BUMN tentunya merupakan bagian dari masyarakat yang bukan hanya kita diharapkan hanya bisa menciptakan laba saja, tetapi BUMN juga memiliki peran-peran lain seperti memberikan nilai sosial bagi masyarakat Indonesia yang lebih lagi, karena kala tidak, nggak ada bedanya pengusaha swasta dengan BUMN," jelasnya.

Pahala menegaskan, dengan visi tersebut salah satu dari lima fokus pengembangan BUMN ke depannya yakni bisa menciptakan nilai ekonomi. Salah satu sektor yang memberikan nilai ekonomi yang tinggi adalah sektor perumahan.

Menurut Pahala, sektor perumahan memiliki tingkat kandungan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) termasuk yang paling tinggi dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya seperti genteng, kusen, atap dan lain-lain sebagainya. Produk tersebut sebagian besar komponennya diproduksi di industri yang ada di Indonesia.

"Nah untuk itu makanya sektor perumahan salah satu sektor yang kita harapkan bisa dikembangkan oleh BUMN, termasuk dalam hal ini oleh Bank BTN yang memang salah satu fokus pengembangannya bagaimana bisa melakukan pengembangan di sektor perumahan," jelasnya.


(kil/fdl)