Ibu Kota RI Mau Pindah, Butuh Berapa Tahun Bangunnya?

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 17 Jun 2021 11:38 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono hari ini menyaksikan pengumuman pemenang desain ibu kota negara baru dalam sayembara. Yuk, lihat desain pemenang sayembara itu.
Foto: Trio Hamdani
Jakarta -

Rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) dinilai butuh waktu yang lama. Bahkan, pembangunan ibu kota baru membutuhkan waktu ratusan tahun.

Menurut Ketua Badan Pertimbangan Organisasi Real Estate Indonesia, Soelaeman Soemawinata pembangunan ibu kota baru tak hanya akan selesai dalam proses pemindahan saja. Pembangunan akan berlanjut hingga ratusan tahun dan melewati beberapa periode kepemimpinan kepala negara.

"IKN ini menjadi pengembangan cukup besar, ini akan berlanjut tidak hanya 1 atau 2 hingga 10 tahun. Tetapi ratusan tahun, akan melewati beberapa periode kepemimpinan nasional. Bisa jadi puluhan periode kepemimpinan," ujarnya, dalam acara IAP Talks bertajuk 'Kota Baru IKN: Menakar Risiko Pembangunan?' secara virtual, Kamis (17/6/2021).

Dia pun berharap pembangunan ibu kota baru ini bisa dibangun dan dikembangkan secara konsisten. Soelaeman ingin Indonesia berkaca dengan pembangunan tembok China yang dilakukan berabad-abad secara konsisten.

"Bahwa kita harus mencontoh bagaimana tembok China itu dibangun. Semua kekaisaran itu terus berlanjut untuk membangun itu," katanya.

Dia juga mengatakan dalam pembangunan ibu kota baru ini pemerintah harus memberikan kejelasan terkait konsep dan fungsinya.

"IKN harus jelas di ujung akhirnya seperti apa, semuanya harus clear. Apakah akan memindahkan Jakarta ke Kalimantan dengan pemerintahan dan fungsi-fungsi ekonominya atau IKN ini hanya diperuntukan untuk pusat pemerintahan saja. Tentu itu akan sangat berbeda" ungkapnya.

Kejelasan itu, lanjut Soelaeman bisa dituangkan lewat Undang-undang. Hal itu bertujuan agar masyarakat bisa memiliki gambaran terhadap pengembangan IKN ini.

"Regulasi ini itu sangat penting dalam rencana IKN. Sekarang ini kan regulasinya nggak jelas UU belum ada," tegasnya.

Meski rencana ini disebut belum jelas, Dia percaya jika Jakarta akan berpindah ke Kalimantan dalam 50 tahun lagi bisa menjadi pusat bisnis yang besar. Dia juga percaya Indonesia menjadi satu-satunya negara yang masih akan bisa berkembang pesat dibandingkan negara-negara lain.

"Indonesia akan menjadi dahsyat, tidak ada lagi adalah negara yang berpotensi yang akan terus berkembang jika kita bandingkan dengan negara-negara tetangga," pungkasnya.

(zlf/zlf)