Terungkap! Rekan Jack Ma di Balik Pembelian Apartemen Fantastis Rp 2,27 T

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 20 Jul 2021 16:10 WIB
Joe Tsai
Joe Tsai/Foto: Reuters
Jakarta -

Apartemen di menara kondominium paling bergengsi di Manhattan, New York, Amerika Serikat (AS), laku terjual dengan harga US$ 157 juta atau setara Rp 2,27 triliun (kurs Rp 14.500). Ada sosok misterius di balik transaksi apartemen tersebut.

Mengutip CNBC, Selasa (20/7/2021), sosok misterius itu ternyata salah satu pendiri Alibaba Joe Tsai. Hal itu diungkapkan oleh sumber pihak-pihak yang mengetahui kesepakatan itu.

Tsai, yang juga memiliki tim NBA Brooklyn Nets, membeli dua apartemen kondominium dengan ukuran selantai penuh di 220 Central Park South dalam dua transaksi senilai US$ 157,5 juta. Pembelian apartemen itu menjadi hunian termahal ketiga yang pernah dijual di AS. Rumah termahal yang pernah dijual di AS berada di gedung yang sama, dengan pembelian empat lantai oleh Ken Griffin seharga US$ 238 juta pada 2019.

Tsai membeli apartemen yang mencakup dua lantai yang memiliki pemandangan Central Park dan tengah kota Manhattan. Kesepakatan itu juga mencakup apartemen studio di lantai 18, yang kemungkinan diperuntukkan bagi stafnya.

Berkat sederet transaksi fantastis tersebut, harga apartemen di 220 Central Park South terus melonjak bahkan saat pandemi sekalipun. Tercatat sudah lebih dari 90% terjual habis. Unit yang dibeli oleh Tsai keduanya terjual lebih dari harga jual aslinya. Lantai 61 dijual seharga Us$ 51,4 juta tahun lalu, sedangkan lantai 60 dijual seharga US$ 50,9 juta.

Di satu sisi, pembelian apartemen tersebut dilakukan pada saat yang sulit bagi Tsai dan Alibaba. Saham Alibaba telah turun sekitar sepertiga sejak Oktober, dan otoritas China telah menindak perusahaan raksasa teknologi itu untuk mengekang kekuatan dan jangkauan data mereka. Rekan Tsai sebagai pendiri Alibaba, Jack Ma, juga telah mundur kemunculannya di publik setelah dia mengkritik regulator China dan Beijing.

Tsai tetap menjadi wakil ketua eksekutif dan pemegang saham terbesar kedua Alibaba dengan total kekayaan mencapai sekitar US$ 10 miliar. Tsai lahir di Taiwan, bersekolah di New Jersey, tinggal dan bekerja di New York pada pertengahan 1990-an. Saat itu dia bekerja sebagai pengacara dan eksekutif ekuitas swasta.

Setelah meraup kekayaan dari Alibaba di China, dia hidup di dua kota yakni di San Diego dan Hong Kong. Dia juga memegang paspor Kanada dan Hong Kong.

Tsai membeli saham minoritas di Brooklyn Nets pada 2017 dan membeli sisa tim pada 2019 bersama dengan hak operasi Barclay's Center dengan total lebih dari US$ 3 miliar. Tsai juga duduk di dewan NBA China dan memiliki WNBA's New York Liberty.

(das/ara)