Sektor Perumahan Tumbuh 2,82% di Kuartal II, Ini Faktor Pendorongnya

Inkana Putri - detikFinance
Jumat, 06 Agu 2021 15:13 WIB
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Haru Koesmahargyo (kanan) didampingi Jajaran Direksi Bank BTN Nofry Rony Poetra, Elisabeth Novie Riswanti, dan Nixon L.P. Napitupulu menunjuk laporan keuangan Bank BTN per 30 Juni 2021 di Menara BTN, Jakarta, Rabu (28/7). Bank BTN mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar 5,59% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp251,83 triliun menjadi Rp265,9 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut turut menopang laju perolehan laba bersih Bank BTN yang tumbuh di level 19,87% yoy menjadi Rp920 miliar pada kuartal II/2021 dari Rp768 miliar di periode yang sama tahun lalu. Sementara, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) Bank BTN terekam turun dari 2,40% menjadi 1,87% di kuartal II/2021.
Foto: dok. Bank BTN
Jakarta -

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Haru Koesmahargyo optimistis sektor perumahan akan tumbuh positif seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2021 sebesar 7,07%. Bank Indonesia juga mencatat pertumbuhan KPR Nasional di kuartal II tahun ini yang mencapai 7,2%

"Pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021 menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi di Indonesia terjadi dengan pertumbuhan yang kembali positif. Saya kira ini merupakan pertumbuhan yang tertinggi secara yoy sejak 2005," ujar Haru dikutip dari Konferensi Pers 'Optimisme untuk Indonesia,' Jumat (6/8/2021).

"Dan yang menarik adalah di sektor perumahan real estate, aktivitas jual beli termasuk perumahan menunjukkan pertumbuhan yang positif. Ini mencerminkan bahwa sektor ini tetap tumbuh," imbuhnya.

Haru mengatakan sektor real estate pada kuartal II 2021 tumbuh 2,82%. Pertumbuhan ini dikatakan Haru, didorong oleh oleh beberapa komponen faktor yakni, regulasi, subsidi, dan stimulus dari pemerintah.

Hal ini meliputi stimulus berupa pelonggaran dari segmen first home buyer berupa penurunan bobot risiko ATMR, pelonggaran LTV (Loan To Value), insentif pajak, subsidi bunga dan lain-lain.

"Sektor real estate tumbuh sebesar 2,82% yoy di kuartal II tahun ini, lebih tinggi daripada di kuartal II dan kuartal 4 tahun lalu, masing-masing 2,31 dan 1,25%. Hal ini meningkatkan optimisme bahwa sektor perumahan akan terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional," ungkapnya.

Lebih lanjut Haru mengatakan pihaknya juga mengeluarkan BTN House Price yang merupakan indikator perubahan harga rumah secara nasional. Adapun harga rumah pada kuartal II tahun II masih relatif stabil.

"Pada kuartal II tahun ini harga rumah secara nasional menunjukkan pertumbuhan yang relatif stabil, yaitu pada tingkat 5,02% yoy, yang terutama didorong oleh kenaikan yang signifikan dari perumahan atau HPI rumah tipe 70 sebesar 6,08%," katanya.

Dengan adanya pertumbuhan ini, Haru menilai pertumbuhan ekonomi akan semakin stabil. Pihaknya juga akan mendorong pertumbuhan ini dengan memperluas bisnis KPR bersama pihak lainnya.

"Dari pertumbuhan tersebut, kami meyakini BTN akan menjajaki peluang bisnis yang memiliki potensi besar seperti perluasan bisnis KPR melalui kerja sama instansi pemerintah dan swasta. Kami yakin ke depan pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor keuangan akan terus stabil dan meningkat," pungkasnya.

(akn/hns)