3 Fakta di Balik Penjualan IKEA Sentul City Rp 280 M

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 03 Sep 2021 21:00 WIB
Penampakan Terkini IKEA Sentul CIty
Foto: Danang Sugianto

2. Pandemi Jadi Alasan

Melalui keterbukaan informasi manajemen HERO menjelaskan latar belakang perusahaan menjual IKEA Sentul City, salah satunya karena perusahaan tengah menghadapi masa sulit akibat pandemi COVID-19.

Posisi neraca keuangan HERO juga telah menurun secara signifikan selama 12 bulan terakhir dengan membukukan posisi kas bersih sebesar Rp 168 miliar pada 31 Desember 2020 dan selanjutnya melaporkan posisi utang bersih sebesar Rp 463 miliar pada 31 Desember 2020.

HERO juga sudah mengumumkan bahwa perusahaan akan fokus meningkatkan investasinya di IKEA, Guardian dan Hero Supermarket setelah memutuskan untuk menutup semua jaringan Giant.

"Transaksi ini akan memberikan Perseroan kemampuan untuk memonetisasi aset yang tidak likuid dengan nilai pasar wajar dan memberikan fleksibilitas neraca tambahan kepada Perseroan," tulis manajemen.

Hasil dari transaksi ini akan digunakan HERO untuk mengurangi fasilitas pinjaman dan mendukung kebutuhan modal kerja dan operasional Perseroan. Sehingga diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan Perseroan yang diciptakan oleh pembayaran utang serta memberikan Perseroan fleksibilitas keuangan untuk mendukung inisiatif pertumbuhan di masa depan.

Perseroan diharapkan bisa membukukan pendapatan dari penjualan aset IKEA Sentul City yang akan meningkatkan nilai buku ekuitas di neraca Perseroan.

3. Tetap Buka

detikcom mencoba mengunjungi IKEA Sentul City. Pusat produk perlengkapan rumah dari Swedia ini masih beroperasi seperti biasanya.

Memang di masa pandemi COVID-19 ini IKEA mengharuskan pengunjung untuk melakukan pendaftaran melalui aplikasi IKEA. Selain itu pengunjung juga harus tetap menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Meski harus melakukan pendaftaran berlapis tapi masih ada pengunjung yang datang.

Menurut pemantauan kami, IKEA Sentul City tidak bisa dibilang sepi. Pengunjung masih terlihat di setiap sudut showroom yang begitu luas. Namun tentu tidak padat, karena IKEA membatasi pengunjung di masa pandemi.

Para karyawan IKEA Sentul City juga masih terlihat bekerja seperti biasa. Petugas keamanan masih terlihat sibuk mengecek pengunjung yang datang di gerbang depan.

Di pintu masuk ada beberapa pegawai yang mengecek pengunjung apakah sudah melakukan pendaftaran di aplikasi IKEA. Mereka juga mengarahkan pengunjung untuk login di Peduli Lindungi.

Di dalam showroom, para pegawai juga terlihat sibuk dengan pekerjaannya masin-masing. Ada yang melayani pengunjung, ada yang di belakang komputer dan ada juga yang merapikan barang. Semua terlihat normal seperti biasanya.

"Enggak kok, kita tahu ada berita itu, tapi nggak ada informasi apa-apa," kata salah satu pegawai.


(das/eds)