Jokowi Bertemu Pengusaha Bahas Pembangunan Ibu Kota Baru

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 08 Sep 2021 13:12 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan perwakilan dari pengusaha hari ini. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi membahas soal pembangunan ibu kota baru.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Jokowi mengajak semua pihak agar optimistis menghadapi tantangan ke depan. Presiden mengatakan pembangunan ibu kota baru akan terus berlanjut di mana pengembangannya dilakukan dalam 15 hingga 20 tahun ke depan.

"Oleh karena itu dalam pertemuan tadi Bapak Presiden mendorong agar kita semua optimis untuk menghadapi tantangan-tantangan ke depan termasuk juga disampaikan oleh Bapak Presiden terkait dengan pembangunan ibu kota baru yang perencanaannya akan terus dilaksanakan, terkait dengan perundangan-undangan, dan pengembangan ini akan dilakukan dalam 15 tahun sampai 20 tahun ke depan," paparnya di Istana, Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyinggung perbankan. Jokowi ingin agar restrukturisasi kredit segera direalisasikan.

"Dalam pembicaraan dengan para pengusaha beberapa catatan yang dicatat oleh Bapak Presiden, yang satu terkait perbankan di mana ada permintaan agar POJK yang sudah diperpanjang ini menjadi direalisasikan ataupun diimplementasikan di sektor korporasi, baik itu koperasi menengah atas, maupun UMKM. Di mana masalah restrukturisasi yang baru POJK-nya diperpanjang dari Maret 2022 diperpanjang menjadi 2023 diharapkan implementasinya bisa diperhatikan," papar Airlangga.

Selain itu, Jokowi memberi catatan, kasus aktif COVID-19 sudah turun di bawah 10.000 per hari. Kemudian, secara akumulasi sudah di bawah angka 150.000. Jokowi ingin agar langkah-langkah penanganan COVID-19 terus dijaga karena pandemi belum terakhir.

"Dan diminta agar seluruh masyarakat untuk terus waspada dan diminta kepada pemimpin-pemimpin perusahaan, para CEO, para asosiasi dan Kadin untuk juga mengingatkan bahwa ini harus dijaga terus karena pertumbuhan ekonomi itu berbanding terbalik dengan penanganan COVID. Jadi kalau COVID-nya tinggi maka ekonominya akan rendah. Sebaliknya apabila COVID-nya rendah ekonominya akan menggeliat," terangnya.

Sebagai informasi, pada pertemuan ini Jokowi bertemu dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Apindo), dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI).

Lihat juga Video: Jokowi Berencana Serahkan Surpres RUU Ibu Kota Baru ke DPR

[Gambas:Video 20detik]



(acd/ara)