Lippo Karawaci Bidik Presales Rp 4,2 Triliun, Naik 20%

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 08 Sep 2021 15:30 WIB
PT Lippo Karawaci Tbk, pengembang properti terintegrasi dan terbesar di Indonesia resmi melaksanaan penutupan atap (topping off) Holland Village Jakarta Apartment.
Ilustrasi Foto: dok. Lippo
Jakarta -

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menaikkan target pra-penjualan tahun ini menjadi Rp 4,2 triliun dari sebelumnya Rp 3,5 triliun. Alasannya, hasil presales di akhir Juni 2021 sudah tumbuh 122% secara tahunan.

Target tersebut naik sebesar 20% jika dibandingkan dengan target yang diberikan pada awal tahun 2021. Jika target berhasil dicapai, pra-penjualan tahun 2021 akan naik 7% YoY dibandingkan dengan pra-penjualan tahun 2020 yang sebesar Rp 2,67 triliun.

Sampai dengan bulan Agustus 2021, emiten berkode LPKR itu telah membukukan pra-penjualan sebesar Rp 3,1 triliun didukung peluncuran produk rumah tapak dengan harga terjangkau di Lippo Village dan penjualan di anak usaha. Pekan ini, perusahaan Grup Lippo itu akan meluncurkan produk rumah tapak Cendana Parc Fase 2.

Pada Semester I tahun 2021, pendorong utama kenaikan pra-penjualan adalah dari rumah tapak Cendana Icon dan Cendana Parc Fase 1. Peluncuran Cendana Parc Fase 2 pada Semester II tahun 2021 diperkirakan mendukung tercapainya revisi target pra-penjualan 2021.

Sampai dengan akhir tahun 2021, LPKR masih melihat rumah tapak sebagai pendorong utama kinerja pra-penjualan. Selain itu didukung juga oleh kontribusi dari anak usaha PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), melalui penjualan tanah industri, komersil dan Waterfront Estates.

"Manajemen meyakini dapat mencapai revisi kenaikan target pra-penjualan Full Year 2021 karena didasari oleh ekspektasi keberhasilan peluncuran Fase 2 dari Cendana Parc di Lippo Village, penjualan produk apartemen yang siap huni serta kelanjutan penjualan tanah industri dan properti komersil di Lippo Cikarang," kata CEO LPKR John Riady dalam keterangan tertulis, Kamis (8/9/2021).

(dna/dna)