2 Direktur Ditusuk di Proyek Perumnas dan PTPN II, Pembangunan Lanjut?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 05 Okt 2021 17:38 WIB
Hispanic Couple Viewing Potential New Home
Ilustrasi/Foto: Istock
Jakarta -

Terjadi penusukan yang menimpa dua direktur PT Propernas Nusa Dua pada Jumat (1/10) lalu. PT Propernas Nusa Dua merupakan pengembang kawasan perumahan di Deli Serdang, Sumatera Utara.

PT Propernas Nusa Dua merupakan anak perusahaan Perum Perumnas yang mengembangkan kawasan perumahan dengan konsep integrated new township.

Direktur Utama Perum Perumnas, Budi Saddewa Soediro menyampaikan, kawasan kerja sama yang berada di lahan seluas kurang lebih 854.26 hektare (ha) akan dikelola oleh PT Propernas Nusa Dua untuk dikembangkan menjadi kawasan perumahan yang tidak hanya terdapat area komersial, namun juga terintegrasi dengan transportasi publik.

"PT Propernas Nusa Dua saat ini sedang membangun hunian di lahan kerja sama dengan status tanah HGB dengan tahap pertama seluas 50 Ha. Rencananya, tahap pertama ini mengalokasi jumlah unit sebanyak 2.000an rumah tapak dengan ragam tipe hunian yang ditawarkan," tutur Budi dalam keterangannya, Selasa (5/10/2021).

Terkait dengan peristiwa penusukan yang menimpa dua Direktur Propernas Nusa Dua, ia menyayangkan kejadian tersebut. Sebagai pengembang, Propernas Nusa Dua telah mengantongi izin mendirikan bangunan dan memenuhi segala bentuk legalitas berdasarkan regulasi yang ada.

"Saat ini, dua direktur Propernas Nusa Dua langsung mendapatkan penanganan yang cepat setelah insiden itu terjadi. Kedua direktur sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan kejadian ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian," ungkap Budi.

Sebelumnya, Propernas Nusa Dua juga telah memiliki legalitas yang sah berupa HGB seluas 231,33 ha dan baru terbitnya IMB proyek Kota Mandiri Kuala Bekala pada Agustus 2020 seluas 21 ha.

Perizinan tersebut menjadi krusial bagi perusahaan karena menjadi kebutuhan dasar dalam melakukan pembangunan perumahan. Tanpa IMB perusahaan tidak dapat membangun rumah, sedangkan harus tetap mengedepankan pelayanan kepada konsumen yaitu serah terima unit yang tepat waktu juga.

"Oleh karena itu, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk bergerak cepat dalam pengurusan perizinan seperti ini sehingga meminimalisasi permasalahan yang tanpa kita duga ke depannya," tambah Budi.

Berlanjut ke halaman berikutnya.